Buka Webinar AMKI, Wagub: Pilkada diharapkan melahirkan pemimpin amanah dan profesional

Wagub Sulsel saat membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Pengurus Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2020-2024, Sabtu (22/8/2020).

MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan saat ini Indonesia tidak krisis pemimpin yang pintar dan hebat tetapi krisis moral yang tidak memahami tentang asas kemaslahatan dan kemudharatan dalam Islam untuk mengambil sebuah kebijakan

Hal ini diungkapkan Wagub sulsel saat membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Pengurus Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2020-2024, Sabtu (22/8/2020).

Wagub Sulsel mengatakan, tahun ini akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa wilayah di Indonesia yang diharapkan melahirkan seorang pemimpin yang mempunyai nilai-nilai spiritual, amanah dan profesional.

“Tahun 2020 ini akan dilakukan Pilkada serentak di beberapa wilayah di Indonesia.kami mendorong dan mengedepankan seorang pemimpin yang mempunyai nilai nilai Spiritual, amanah, profesional dan berakhlak baik,” imbuhnya.

Ia menyebutkan kehadiran Masjid kampus akan melahirkan calon pemimpin pemimpin yang paham akan assyiasyah syar’iah.

“Mesjid kampus diharapkan bisa melahirkan calon pemimpin yang paham akan assyiasyah syariah. Mesjid ini jangan membuat gerakan anti pati kepada pemerintah yang tidak diajarkan dalam agama kita. Saya berharap wadah ini mengajarkan untuk nasionalisme yang baik,” pesannya.

Berita Lainnya

Wagub Sulsel lebih jauh mengaku pernah mendengar sebuah petuah dari seorang kyai, bahwa bagaimana menekan sebuah mudharat jauh lebih utama dibandingkan menghasilkan sebuah manfaat.

“Ini penting dalam kepemimpinan. Harus mengedepankan pemahaman nilai spiritual. Seorang pemimpin yang perlu kita kedepankan, karena ini kemaslahatan orang banyak dan dan keberkahan dari suatu kebijakan,” ucapnya.

Lihat Juga:  SYL: Wahai Pejabat, Bela ko Orang Miskin

Orang nomor dua disulsel ini menambahkan seorang pemimpin dalam mencari ide maupun kreativitas dalam membangun sebuah wilayah perlu dengan pendekatan kearifan lokal, keagamaan dan nilai spiritual.

“Ini negara ketuhanan yang berdasarkan pada Pancasila, jadi kearifan lokal sendiri diarahkan program untuk masyarakat banyak dan tidak menghilangkan dengan pendekatan agama,” tambahnya.

Diketahui Webinar Nasional dengan tema “Membagun Spiritual Leadership” diikuti 314 peserta dengan menghadirkan narasumber yakni, Ketua Senat Akademik ITB yang juga Ketua AMKI Pusat, Prof. Ir. Hermawan; Wakil Ketua AMKI Sulsel sekaligus Dosen UIM Makassar, Prof. Dr. Ir. Mir Alam Beddu; dan Dosen UMM Malang yang juga Penulis Buku Spiritual Leadership, Prof. Dr. Tobroni. (*)

Berita terkait