Beranda ยป Daerah ยป Bupati Luwu Utara Buka Peluang SKM Berkarya di Desa
Daerah

Bupati Luwu Utara Buka Peluang SKM Berkarya di Desa

MASAMBA – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, S. IP, M. Si, memberikan angin segar bagi pengembangan program kesehatan pro-orang sehat, dengan membuka peluang bagi Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) untuk berkarya di desa.

Hal itu disampaikan Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan tersebut, saat membuka Rapat Kerja Daerah Pengurus Daerah Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Sulawesi Selatan 2018, di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Sabtu (3/3).

Hal ini kontan direspon oleh Pengurus Daerah PERSAKMI Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggelar pertemuan yang dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PERSAKMI, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M. Kes, MSc. PH, Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang PERSAKMI se-Sulawesi Selatan, bertempat di Obyek Wisata Tandung, Desa Baloli Kecamatan Masamba, Luwu Utara.

Pertemuan yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan santai, diselingi makan durian yang memang sedang musim.

Ketua Pengda PERSAKMI Sulawesi Selatan, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M. Kes, MSc. PH, Ph. D, mengemukakan konsep 1 SKM 1 Desa telah lama digagas, hanya teknis pelaksanaannya perlu digodok lebih lanjut.

Kabupaten Luwu Utara dipersiapkan sebagai locus pilot project dengan memilih wilayah kerja puskesmas dengan cakupan kesehatan masih rendah. Pemilihan lokasi ini dimaksudkan sebagai wilayah yang akan diintervensi dan diberikan penanganan atas masalah kesehatannya dengan sentuhan ilmu kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar ini, mengharapkan pilot project ini menjadi viral dan dapat direplikasi daerah lain di Indonesia.

Untuk mendukung pilot project ini perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengambil kebijakan di daerah. Dr. Aminuddin Syam, SKM, M. Kes, M. Med. Ed, Ketua Dewan Etik PP PERSAKMI, mengangapresiasi respon Bupati Luwu Utara atas rencana pilot project ini.

“Sarjana Kesehatan Masyarakat harus menunjukkan kemampuannya untuk mengatasi masalah kesehatan di desa,” pungkas Dosen FKM Unhas ini. [*/4ld]