TANA TORAJA—Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menggelar kegiatan buka puasa bersama masyarakat di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja, Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg hadir bersama Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso’ Paundanan, Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante, serta Sekretaris Daerah Rudhy Andi Lolo.
Turut hadir Kapolres Tana Toraja AKBP Budi Hermawan, Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Armal, Kepala Kejaksaan Negeri Makale Frendra, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Makale Farid Hidayat Sopamena, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Tana Toraja Usman Senong.
Selain jajaran pemerintah dan Forkopimda, kegiatan ini juga dihadiri tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tana Toraja, organisasi perempuan Muslimah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung santai dan penuh keakraban. Para tamu undangan tampak berbaur sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Dalam sambutannya, Bupati Zadrak Tombeg menegaskan bahwa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tana Toraja.
Ia mencontohkan, pada bulan Ramadan masyarakat dari berbagai latar belakang agama ikut terlibat dalam aktivitas ekonomi kecil seperti penjualan jajanan takjil.
“Hal-hal yang menjadi bentuk silaturahmi pemeluk agama di Tana Toraja salah satunya terlihat dari jajanan takjil di bulan Ramadan. Jajanan itu bukan hanya dibeli oleh umat Muslim, tetapi justru banyak juga dicari oleh teman-teman Nasrani. Ini menunjukkan kebersamaan yang terbangun dengan baik di daerah kita,” ujar Zadrak.
Pada kesempatan tersebut, Zadrak juga memaparkan sejumlah perkembangan pembangunan di Tana Toraja, salah satunya dukungan pemerintah pusat berupa pembangunan kantor imigrasi.
Menurutnya, kehadiran kantor imigrasi tersebut tidak hanya melayani pembuatan paspor bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat memberikan edukasi dan pembekalan kepada calon pekerja migran agar terhindar dari praktik tenaga kerja ilegal.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui rencana pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK). Dukungan masyarakat juga terlihat dari kesiapan lahan bagi pengembangan kawasan Tana Toraja Masero.
Zadrak menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah berbagai dinamika yang mungkin terjadi ke depan.
“Kita berharap Tana Toraja tetap menjadi miniatur NKRI, di mana seluruh unsur pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan dan toleransi,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak di tengah perkembangan teknologi, termasuk penggunaan gawai dan media sosial.
Menurutnya, orang tua perlu memberikan teladan agar anak-anak dapat tumbuh dengan nilai-nilai positif.
Sementara itu, Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama yang digelar pemerintah daerah merupakan agenda rutin setiap tahun dan memberi dampak positif dalam menjaga toleransi antarumat beragama.
“Buka puasa bersama ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan memberikan kesan yang baik dalam menjaga toleransi antarumat beragama di Tana Toraja,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya juga digelar di sejumlah masjid dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk anggota DPRD.

Menurut Kendek, komposisi anggota DPRD Tana Toraja yang berjumlah 30 orang dengan latar belakang beragam turut memperkuat semangat kebersamaan tersebut.
“Beberapa anggota DPRD yang beragama Muslim juga menjalankan ibadah puasa dari beberapa fraksi seperti Gerindra, Golkar, dan Gelora. Dalam pelaksanaannya mereka juga mengundang masyarakat di daerah pemilihannya untuk berbuka puasa bersama,” jelasnya.
Ia menilai hubungan antara legislatif dan eksekutif di Tana Toraja selama ini terjalin baik melalui berbagai bentuk kolaborasi.
“Toraja ini seperti Indonesia mini. Kita menjaga budaya kita, tetapi kerukunan antarumat beragama juga tetap kita jaga dengan baik,” pungkasnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan santapan berbuka dalam suasana kekeluargaan. (4nny)









