SIDRAP – Upaya mencegah kekerasan seksual terhadap anak harus dimulai sejak dini. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar psikoedukasi pengenalan area privasi bagi siswa SDN 15 Pangkajene, Kelurahan Lautang Benteng, Kabupaten Sidrap, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Tubuhku Berharga: Psikoedukasi Berbasis Body Mapping bagi Siswa Sekolah Dasar“ itu diikuti 30 siswa, terdiri atas 17 siswa kelas IV dan 13 siswa kelas V. Masing-masing sesi berlangsung sekitar 75 menit dengan pendekatan interaktif yang disesuaikan dengan usia peserta.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tentang pengenalan tubuh, area privasi, batasan sentuhan, serta cara melindungi diri dari tindakan yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual. Metode Body Mapping dipilih karena mampu menyampaikan materi secara visual sehingga lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai area privasi, perbedaan sentuhan baik dan tidak baik, serta pentingnya berani berkata “tidak” ketika menghadapi perlakuan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Agar materi lebih mudah dipahami, siswa diajak menyanyikan lagu “Area Privasiku” sebagai media edukasi sekaligus mengingat bagian tubuh yang harus dijaga. Setelah itu, mereka mengikuti aktivitas Body Mapping dengan menggambar dan menandai area privasi pada ilustrasi tubuh yang telah disediakan.
Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga belajar mengenali batasan diri secara langsung melalui aktivitas yang menyenangkan. Antusiasme peserta terlihat selama sesi tanya jawab, bernyanyi, menggambar, hingga diskusi bersama fasilitator.
Usai seluruh rangkaian kegiatan, mahasiswa kembali memberikan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa terkait materi yang telah disampaikan.
Wali Kelas V SDN 15 Pangkajene, Faridah, S.Pd., mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu memberikan pemahaman penting kepada siswa mengenai bagian tubuh yang harus dilindungi.
“Saya melihat setelah anak-anak mempelajari materi ini, mereka dapat mengetahui bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Anak-anak juga dapat mengenali bagian tubuh mana yang merupakan area privasi dan harus dilindungi,” ujarnya.
Pelaksana program, Ahmad Sendy Alfaraby, mengatakan edukasi tersebut merupakan langkah preventif agar anak memiliki keberanian menjaga dirinya sejak usia dini.
“Saya ingin anak-anak mengetahui area privasinya dan mampu menjaganya, mengingat masih maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak,” katanya.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Guru kelas IV dan V mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung serta memberikan kepercayaan kepada mahasiswa KKN-T 116 Inovasi Desa Unhas untuk melaksanakan edukasi tersebut.
Melalui program “Tubuhku Berharga”, mahasiswa KKN berharap siswa mampu mengenali area privasi, memahami batasan sentuhan, berani menolak perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman, serta mengetahui kepada siapa mereka harus meminta pertolongan ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan diri. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip (Dosen FH Unhas)













