PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel • Penertiban Kanopi Pasar Terong Ditunda, Polisi Pilih Redam Potensi Konflik • Tak Sekadar Pengajian, BKMT Toraja Utara Perluas Kiprah Pemberdayaan Umat dan Masyarakat • Bunda PAUD Makassar Dorong 7 Kebiasaan Baik Jadi Budaya Anak • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel • Penertiban Kanopi Pasar Terong Ditunda, Polisi Pilih Redam Potensi Konflik • Tak Sekadar Pengajian, BKMT Toraja Utara Perluas Kiprah Pemberdayaan Umat dan Masyarakat • Bunda PAUD Makassar Dorong 7 Kebiasaan Baik Jadi Budaya Anak •
News

Cuaca Buruk Upaya Inspeksi Tsunami di Selat Sunda

559
×

Cuaca Buruk Upaya Inspeksi Tsunami di Selat Sunda

Sebarkan artikel ini
Selat Sunda

BANTEN – Cuaca buruk dan semburan abu vulkanik menghambat upaya-upaya untuk menilai apakah Gunung Anak Krakatau dapat memicu tsunami lainnya yang mematikan.

Sementara itu, pihak berwenang Jumat menyatakan pencarian korban di provinsi Banten yang paling parah terimbas tsunami lalu akan berlanjut hingga Januari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan 426 orang tewas akibat tsunami di Selat Sunda yang menerjang Sumatera dan Jawa tanpa peringatan sebelumnya hari Sabtu lalu.

Jumlah tersebut sedikit lebih rendah daripada yang diumumkan sebelumnya karena ada beberapa korban yang tercatat dua kali. Disebutkan pula bahwa 23 orang belum ditemukan dan lebih dari 40 ribu orang mengungsi.

Ombak tinggi, awan tebal dan erupsi terus menerus telah menghambat upaya-upaya untuk menginspeksi langsung Anak Krakatau. Sebagian gunung tersebut runtuh menyusul erupsi Sabtu pekan lalu yang kemudian memicu tsunami.

Pihak berwenang telah memperingatkan warga di kawasan Selat Sunda agar menjauh hingga jarak satu kilometer dari garis pantai, seraya menyebut alasan kemungkinan tsunami lainnya.

Gegar Prasetya, salah seorang pendiri Pusat Riset Tsunami Indonesia, mengatakan, dampak tsunami yang mungkin muncul akan lebih kecil karena radar satelit memperlihatkan Anak Krakatau kini jauh lebih kecil.

Tsunami pekan lalu menerjang lebih dari 300 kilometer kawasan di sepanjang pantai dengan ketinggian ombak sedikitnya 2 meter. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com