Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Dampingi Plt Gubernur Sulsel Hadiri Apel Gelar Pasukan Nataru, Kadishub: Perjalanan jauh harus Vaksin lengkap

402
×

Dampingi Plt Gubernur Sulsel Hadiri Apel Gelar Pasukan Nataru, Kadishub: Perjalanan jauh harus Vaksin lengkap

Sebarkan artikel ini
Dampingi Plt Gubernur Sulsel Hadiri Apel Gelar Pasukan Nataru, Kadishub: Perjalanan jauh harus Vaksin lengkap
Kadishub Sulsel Muhammad Arafah mendampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2021, Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (23/12/2021).

MAKASSAR—Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel Muhammad Arafah mendampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2021, Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (23/12/2021).

Kadishub Sulsel Muhammad Arafah mengemukakan, salah satu aturan surat edaran dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh harus memperlihatkan bukti vaksin dua kali.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Jadi Sesuai edaran Kemenhub RI bahwa perjalanan jauh baik darat, laut maupun udara yang belum vaksin dua kali tidak boleh dan mereka akan vaksin ditempat,” ungkapnya.

Arafah mengatakan, untuk perjalanan dalam Kota Metropolitan Mamminasata tidak wajib mengikuti edaran kemenhub.

“Kalau jarak Mamminasata yang mencakup Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar tidak berlaku edaran itu,” kata Arafah.

Kadishub Sulsel juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan jarak jauh apa bila tidak mendesak.

“Masyarakat diimbau untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat, tidak melakukan perjalanan jarak jauh apa bila tidak mendesak, serta mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, meski tidak diberlakukan PPKM pada masa libur Nataru ini, masyarakat tetap wajib melaksanakan Aturan Nataru 2021 sesuai dengan kebijakan pada level tingkat penyebaran COVID-19.

“Aturan Nataru harus dijalankan sesuai yang telah ditetapkan dalam instruksi Mendagri, Kapolri, Panglima TNI dan juga edaran Gubernur serta Bupati/Walikota Se-Sulawesi Selatan. Hal ini untuk penanggulangan Covid-19, apalagi varian baru Omicron telah masuk di Indonesia,” ungkapnya.

Plt Gubernur Sulsel Sampaikan 4 Aturan 2021, Salah Satunya Perayaan Tahun Baru Dilarang di Beberapa Tempat
Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2021, Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu, 23 Desember 2021. Sebanyak 4.670 personil disiapkan.

Adapun beberapa imbauan dalam Nataru antaranya:

1) Perayaan Tahun Baru dilarang di beberapa tempat, termasuk seperti di hotel, pusat perbelanjaan/mall, tempat wisata, tempat keramaian umum lainnya, termasuk pengadaan panggung hiburan, petasan, arak-arakan dan pawai dan lain-lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan di masa pergantian tahun.

2) Kapasitas maksimal pengunjung tempat keramaian termasuk pusat perbelanjaan seperti mall dan lainnya tetap harus menjaga kondisi pada situasi 75 persen pengunjung, dengan memberlakukan sistem buka tutup, dan tentu kita harapkan kepada TNI/Polri dan seluruh jajaran, Polisi Pamong Praja dan Dishub untuk melakukan pengaturan buka tutup sebagaimana diberlakukan untuk menjaga kondisi pengunjung dalam situasi yang diperkenankan dalam level 75 persen.

3) Pengunjung wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di semua tempat termasuk rumah makan, pusat perbelanjaan/mall dan lainnya sehingga mudah pengontrolan warga masyarakat kita.

4) Melaksanakan kegiatan sosial diizinkan beroperasi dengan maksimal pengunjung 50 orang dan wajib tetap menggunakan aplikasi PeduliLindung dengan protokol kesehatan secara ketat.

Andi Sudirman berharap varian baru omicron tidak masuk di sulsel. “Tentu kita sadari bersama varian baru Omicron telah diidentifikasi masuk di Indonesia, dan kita berharap mudah-mudahan Sulawesi Selatan tetap dilindungi dan tetap dalam suasana tenang dan paling penting bagaimana warga masyarakat tetap patuh,” tutupnya. (*)

error: Content is protected !!