LSM Mandat Duga Terjadi Korupsi di Proyek Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Belopa

LSM Mandat Duga Terjadi Korupsi di Proyek Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Belopa
Proyek Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Belopa diduga terjadi praktek korupsi antara pelaksana dan konsultan pembangunan.

BELOPA—Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mandat menyimpulkan adanya dugaan korupsi pada Proyek Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Belopa, Kabupaten Luwu.

Dugaan yang didasari dari hasil pengumpulan informasi dan sejumlah konfirmasi kepada beberapa pihak yang terkait dengan pembangunan kantor tersebut, dinilai cukup kuat diduga terjadi korupsi.

Kepada Mediasulsel.com, Kamis (23/12/2021) Ketua LSM Mandat Ichsan Arifin menjelaskan, dugaan korupsi di proyek tersebut di tengarai melibatkan pelaksana dan konsultan pembangunan.

Diketahui pelaksana proyek dilakukan oleh PT. Rajasa Tomax Globalindo dan CV. Duta Construksi sebagai konsultan pengawas.

“Dugaan kami bukan tanpa alasan, dapat kami buktikan kalau telah terjadi korupsi  antara pengelola proyek, rekanan dan konsultan pengawas. Bukti tersebut dapat dilihat secara kasat mata pada saat pencairan termin 60 persen pada tanggal 30 november 2021, padahal fakta lapangan bobot fisik belum memenuhi syarat dan baru mencapai kurang lebih 48 persen, ada dokumentasi foto pembangunan pertanggal 29-30 November,” jelas Ichsan.

Selain itu, Ichsan menyesalkan bahwa pihak yang terlibat dalam proyek tersebut bukannya sadar dan memperbaiki kesalahannya, malah semakin menambah masalah.

Berita Lainnya

“Pada tanggal 17 Desember 2021 pihak yang terkait telah mengajukan permintaan pembayaran/termin 80 persen ke KPKN padahal bobot fisik pertanggal 17 Desember 2021 baru 61 persen,” tambahnya.

Sementara itu, Zulfikar selaku Direktur CV. Duta Construksi yang ditemui LSM Mandat di sebuah warung kopi area Panakukang, Makassar, mengakui bahwa perusahaannya dipakai oleh stafnya, namun membantah mengenal Irwan maupun Hafid yang ada di lokasi proyek, yang selama ini mengaku sebagai konsultan pengawas Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Belopa.

Lihat Juga:  Idul Adha 1443H: PLN UIW Sulselrabar Sembelih 85 Ekor Hewan Kurban
LSM Mandat Duga Terjadi Korupsi di Proyek Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Belopa
Proyek Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Belopa diduga terjadi praktek korupsi antara pelaksana dan konsultan pembangunan.

Zulfikar juga mengatakan dirinya sudah melakukan pengecekan, bahwa pada saat pencairan termin 60 persen pada tanggal 30 November maupun pengusulan termin 80 persen, dirinya selaku konsultan pengawas tidak ikut menyetujui karena tidak bertanda tangan.

Namun ketika dikonfirmasi mengenai bagaimana mungkin termin bisa cair tanpa tanda tangan atau disposisi konsultan pengawas, Zulfikar tidak bisa menjawab dengan pasti.

Konfirmasi terpisah yang dilakukan oleh LSM Mandat kepada Kuasa Pemegang Anggaran Proyek (KPA) yakni H. Abduh Azis melalui ponsel, namun sayangnya yang bersangkutan tidak memberi respon, telepon selularnya nada sambung tapi tidak diangkat dan SMS tidak dibalas.

Direktur PT. Rajasa Tomax Globalindo H. Nawir yang memberi konfirmasi kepada LSM Mandat,  mengatakan apa yang terjadi (proses pembangunan) sudah sesuai aturan dan mekanisme yang ada.

“Proyek itu, belum merugikan negara atau dengan kata lain belum ada kerugian negara,” jelas H. Nawir.

Pihaknya pun sudah menghubungi serta berdiskusi dengan penyidik dimana menurutnya penyidik mengatakan silahkan dilanjutkan karena belum ada kerugian negara.(4dre/464ys)

Berita terkait