Temuan LIPAN Maros: Proyek Pembangunan MCK di Desa Labuaja, Cenrana Tak Bisa Pakai
Proyek pembangunan fasilitas Kamar Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) yang berlokasi di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulsel, Kamis (25/3/2021).

MAROSProyek pembangunan fasilitas Kamar Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) yang berlokasi di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulsel, mendapatkan respon negatif dari masyarakat sekitar.

Pasalnya, pekerjaan yang dimulai sejak September 2020 hingga kini belum terselesaikan. Warga pun belum dapat memanfaatkan, karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum rampung. Termasuk Pipa sambungan MCK dan Septic Tang yang dikerjakan hanya galian biasa tanpa pemasangan batu.

Ketua DPK Lentera Independen Pemerhati Aspirasi Nusantara (LIPAN) Maros, Muh Tahir menyayangkan hasil kerja pelaksana proyek yang seolah hannya mencari keuntungan semata. Dirinya merasa bahwa program MCK di Desa Labuaja jauh dari harapan warga.

“Setelah mendapat aduan masyarakat kemarin (25/3), kami menemui salah satu warga berinisial NA menyampaikan bahwa pekerjaan ini dimulai antara bulan September 2020 hingga sekarang belum terselesaikan. Dan belum dapat dimanfaatkan karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum rampung,” ungkap Tahir, Jumat (26/3/2021).

Semestinya, kata Tahir, dengan adanya program tersebut, masyarakat desa sebenarnya sangat gembira dan berterimakasih atas proyek tersebut. Namun yang didapatkan jauh dari kenyataan.

Tahir juga menegaskan, pemerintah harusnya memberikan teguran keras terhadap pelaksana kegiatan.

“Bahkan, aduan warga desa menyebutkan bahwa di Dusun Pattiro ada sekitar 21 unit dan 4 unit di Dusun Nahung, Desa Labuaja, Cenrana, belum rampung sepenuhnya.

Warga desa meminta kepada pihak Pemerintah untuk meninjau ke lokasi proyek. Dikarenakan program tersebut belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

“Masyarakat juga tidak mengetahui anggaran dan pelaksana proyek MCK ini, karena tidak terlihat papan proyeknya,” ucap Tahir.

LIPAN meminta kepada pihak terkait menindak lanjuti permasalahan yang disampaikan oleh Desa Labuaja ke DPK LIPAN Maros.

“LIPAN Maros sebagai lembaga control juga pemerhati aspirasi merasa terpanggil oleh adanya pengaduan masyarakat yang masuk ke lipan. Melalui koordinator Desa yang dilanjutkan ke koordinator kecamatan,” pungkasnya. (*)