PANGKEP, —Dari dunia musik, Arman Pio melebarkan bakatnya mengolah film pendek di Kabupaten Pangkep. Arman Pio, kini mempersembahkan film Gala Premiere berjudul “Patado-tado Ulu “, Pemburu Kepala Manusia ”, tayang pada 27 Agustus 2019, kemarin di Gor Tonasa Satu , Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Arman Pio, mengungkapkan, Film Pattado Tado ulu merupakan persembahan film Gala Premiere. Di film ini menceritakan tentang mitos masa lalu yang sarat akan makna. “Film ini adalah langkah kecil kami untuk sebuah lompatan besar untuk menghadapi masa depan bersama adik adik di komunitas,”kata Arman Pio yang juga sutradara di film Pattado-tado Ulu, Jumat ( 30/8/2019).

Menurut Arman Pio , syuting film Pattado-tado Ulu ( Pemburuh Kepala Manusia) hanya memakan waktu selama 5 hari dan proses editing selama 7 hari. Karena pemilihan lokasi dan kebanyakan di sekitaran Kompleks rumah kami .Didalam Film ini juga diperankan oleh anak anak komunitas Jalan cerita (KJC) yang dibentuk di awal Januari 2019. ” Saya tidak melakukan open casting, saya betul betul murni ingin mengembngkan kemampun dan bakat remaja dan pemuda yang ada di sekitar rumah saya,”terangnya.

Film berjudul Pattado Tado Ulu diproduksi oleh Komunitas Jalan Cerita, dalam produksi film ini dibuat apa adanya dengan alat alat yang belum mapan. KJC memaksimalkan alat-alat yang dia miliki untuk proses pengambilan gambar.

Selain itu, Arman Pio berharap film Pattado-tado Ulu ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Dan lewat film ini pula ia ingin menunjukkan, bahwa berkarya tidak hanya bisa di Jakarta , bahwa Indonesia tidak hanya Jakarta saja. Tapi anak muda dari berbagai penjuru nusantara pun bisa berkarya didaerahnya masing-masing. Termasuk anak muda Pangkep , Sulawesi Selatan.

Sementara Ketua Komunitas Magello Mintong, Ir.Muammar Muhayang terus mendukung anak muda yang penuh kreasi, penuh eksesi dan ingin membangun Pangkep lebih baik dan lebih moderen.

Ia mengatakan, Pangkep Maggelo mintong malam ini menjadi saksi, bahwa kreatifitas anak muda Pangkep itu sangat luar biasa. Dengan pertemuan film “Pattado Ulu” yang dibuat cerita yang sederhana, tapi penuh idealisme, itu merupakan karya luar biasa, yang harus diaspresiasi bagi anak-anak, khususnya di komunitas jalan cerita.

“Kita berharap, Pangkep kedepan akan terus mengembangkan industry kreatif ini, karena memang menampung talenta – talenta anak muda Pangkep. Dan saya tidak bermimpi, tapi say berharap, nanti akan ada film -film Karya anak Pangkep di pentas nasional,”harapnya. [SHR]