Sejumlah pemuda yang tergabung dalam IPPM Pangkep mendeklarasikan diri dalam mengawal dan menyuseskan Pilkada yang aman, damai, dan berintegritas. (Mediasulsel.com/Saharuddin)

PANGKEP – Di tengah wabah virus Corona ini, Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep mengajak masyarakat Pangkep mewujudkan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 berlangsung damai. Imbau ini disampaikan mengingat perhelatan pilkada rentan terjadi konflik horisontal.

Setiap calon yang diusun memiliki massa militan berupaya mengengolkan jagoannya. Di Kabupaten Pangkep pada September 2020 ini akan menggelar pilkada serentak, yakni 24 Kabupaten.

Menjelang Pilkada di Sulawesi Selatan ini, semua pihak diimbau untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman.

Organisasi yang diisi pemuda-pemuda pangkep itu akan menjadi garda terdepan dalam mengawal pelaksanaan pesta demokrasi agar berjalan aman, damai dan berintegritas.

Pengurus Pusat IPPM Pangkep pun telah mengumpulkan tujuh koordinator IPPM yang tersebar di beberapa kampus di Sulsel. Mereka menyatukan visi mereka untuk mengawal pilkada damai.

Ketua Umum PP IPPM Pangkep, Wahyu Rifki mengatakan, di tengah Wabah virus Corona ini, mahasiswa Pangkep tetap akan serius mengawal jalannya pilkada damai.

Salah satunya adalah dengan menggelar rapat koordinasi seluruh koordinator IPPM Pangkep guna menjadi pengawal pilkada damai.

“Sebenarnya kita ingin membuat forum diskusi, namun karena wabah corona, kita menundanya dan mengisi agenda ini dengan pertemuan perwakilan koordinator pengurus IPPM Pangkep dan membahas pelaksanaan Pilkada Pangkep nantinya,” kata dia, Jumat (27/3/2020), saat ditemui didepan rumah makan Sinar 88.

Wahyu mengungkapkan, saat ini peran pemuda sangat dibutuhkan untuk mengawal pelaksanaan pilkada. Sebab, situasi saat ini dari beberapa tim dari masing-masing kandidat mulai memanas.

“Disinilah kita berperan. Kita ingin pemilih milenial seperti kita-kita ini bisa bijak berdemokrasi. Jangan terpancing isu-isu Hoaks, sara dan ujaran kebencian lainnya sehingga mengganggu jalannya proses pilkada. Kita ingin pilkada damai,” tegasnya.

IPPM Pangkep sendiri telah berkoordinasi dengan tim Gakumdu, Bawaslu dan KPU Pangkep agar bisa menerima masukan dari pemuda yang ingin menyukseskan perhelatan politik di Pangkep.

“Alhamdulillah ribuan anggota IPPM Pangkep siap menyukseskan pilkada damai. Kami pun menjadi barisan terdepan dalam mengawal pilkada damai. Kami meminta agar pasangan yang maju bisa mengontrol timnya agar tidak membuat rusuh selama proses pesta demokrasi berlangsung,” harap Wahyu.

Sementara, MPO IPPM Pangkep, Muh. Muardi mengatakan, langkah simpatik yang di ambil Pengurus Pusat IPPM Pangkep bersama Ketua jajaran Koordinator IPPM Pangkep, merupakan langkah yang baik.

“Artinya bahwa selaku agen-agen perubahan mahasiswa harus tampil di garda terdepan dalam mengawal Pemilukada di Kabupaten Pangkep,” ucapnya.

“Hal ini bisa dilakukan dikarenakan ketika ada keterkaitan beberapa penguatan, dalam hal ini baik dari penguatan KPU Bawaslu maupun Polres Pangkep, sehingga terjadinya Pemilukada yang kita harapkan damai di Kabupaten Pangkep itu bisa terjadi,” jelasnya. (*)