MAKASSAR—Jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulawesi Selatan menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pengembangan Desa Cerdas dengan mengikuti Workshop Exit Strategy Desa Cerdas Region Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Gammara, Makassar, pada 10-13 Desember 2024 ini melibatkan berbagai pihak terkait dalam upaya memperkuat program Desa Cerdas di wilayah Sulsel.
Dinas PMD Sulsel diwakili oleh Ir. Muh. Syahrir Madris, M.M., selaku Penelaah Teknis Kebijakan, turut berperan aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes RI).
Workshop ini menjadi bagian dari Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) dengan tujuan mempercepat terciptanya desa-desa berbasis teknologi digital di Indonesia.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Informasi Desa, STT Kemendes RI, Drs. Syahrul, M.Si., yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mendorong inovasi di tingkat desa.
Peserta workshop berasal dari berbagai elemen, termasuk jajaran Dinas PMD Provinsi Sulsel dan kabupaten-kabupaten di Region Makassar seperti Bulukumba, Enrekang, dan Luwu.
Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dari kabupaten-kabupaten lokus program juga terlibat, bersama para Tenaga Pendamping Desa yang berperan penting di lapangan.
Desa Cerdas atau Smart Village diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mendukung pembelajaran, diskusi, hingga pengembangan solusi berbasis teknologi digital.
Tidak hanya itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat desa dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara maksimal.
Menurut Syahrir Madris, Desa Cerdas bukan hanya tentang penerapan teknologi, tetapi juga menciptakan ruang kolaborasi yang memungkinkan masyarakat untuk berinovasi dan memecahkan masalah-masalah desa secara mandiri.
“Kita ingin desa-desa di Sulsel menjadi pionir dalam transformasi digital yang memberdayakan masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan seperti ini, harapannya adalah desa-desa di Sulawesi Selatan mampu menjadi contoh sukses pelaksanaan program Desa Cerdas di Indonesia, membawa dampak positif yang nyata bagi kehidupan masyarakat desa. (*/4dv)



















