Kadishub Sulsel Muhammad Arafah
Muhammad Arafah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan.

MAKASSAR—Dinas Perhubungan Provinsi sulsel terus melakukan langkah dalam mengatasi terjadinya kemacetan di kota Makassar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi sulsel Muhammad Arafah mengatakan, upaya mengatasi kemacetan di kota makassar terus dilakukan salah satunya dengan adanya tim reaksi cepat (TRC) dan Tim Taktis.

“Tim yang kami bentuk ini bekerja selama 24 jam secara shif-shifan, dengan mobile dikota makassar melakukan langkah antisipasi terjadinya kemacetan,” ungkapnya, Selasa (16/6/2021).

Ia menyebutkan, Tim ini juga bertugas untuk mengantasi adanya pengatur lalu lintas ilegal.

“Tim yang kami bentuk ini, selain bertugas mengurai kemacetan, juga untuk mengatasi adanya pengatur lalu lintas ilegal atau pak ogah yang justru menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan,” sebutnya.

Muhammad Arafah mengaku, kehadiran pak ogah sudah sangat dikeluhkan masyarakat, sehingga membutuhkan dukungan semua pihak agar ini bisa dihilangkan.

“Pak ogah selain membahayakan pengendara, juga menjadi salah satu penyebab kemacetan, karena mereka tidak memahami cara mengatur lalu lintas dan mengutamakan yang memberi uang, sehingga di butuhkan dukungan semua pihak agar ini bisa di atasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Abdul Rahman Koordinator Tim mengatakan tim taktis dibagi dalam tiga regu sementara TRC terbagi dalam dua regu.

“Kalau TRC dibagi dalam tiga regu atau masing-masing 4 orang dalam satu regu, kemudian Tim Taktis terbagi dalam tiga regu yang terdiri 3 tiga orang dalam satu regu, yang bekerja mengurai setiap kemacetan yang terjadi di kota Makassar,” ungkap Rahman.

Ia menyebutkan Tim ini telah berjalan dan terus bekerja secara mobile di kota Makassar.

“Tim ini sudah jalan dan terus bekerja termasuk mengatasi adanya pak ogah dan tentu saya berharap masyarakat tidak memberi uang bagi mereka sehingga perlahan akan meninggalkan pekerja berbahaya dan terlarang ini,” pungkasnya. (*)