Beranda » Peristiwa » Ditinggal Shalat Magrib, Satu Rumah Panggung di Pangkep Terbakar
Ditinggal Shalat Magrib, Satu Rumah Panggung di Pangkep Terbakar
Peristiwa kebakaran menghanguskan rumah panggung milik Muh Taha warga di Kampung Laen'ge, Kelurahan Mangalekana, Kecamatan Labbakkang, ludes dilalap api, Sabtu (6/7/2019) malam. (foto: saharuddin)
Pangkep Peristiwa

Ditinggal Shalat Magrib, Satu Rumah Panggung di Pangkep Terbakar

Dugaan Sementara Arus Pendek Listrik

PANGKEP – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kali ini sebuah rumah panggung milik warga di Kampung Laen’ge, Kelurahan Mangalekana, Kecamatan Labbakkang, ludes dilalap api, Sabtu (6/7/2019) malam.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Mediasulsel.com, peristiwa kebakaran yang terjadi pukul 21.00 Wita itu, menghanguskan rumah panggung milik Muh Taha, 41 tahun.

Kapolsek Labbakkang, AKP Srianto Ponidjan, yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik yang ada di rumah tersebut.

“Dugaan sementara kebakaran ini di akibatkan arus pendek. Dalam peristiwa ini tidak satu pun harta benda milik korban yang berhasil diselamatkan,” katanya.

Lanjut Srianto Ponidjan, kobaran api berhasil dipadamkan setelah dua unit mobil armada kebakaran milik pemkab Pangkep tiba di lokasi kebakaran.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh Polisi dilapangan, sekitar pukul 17.55 wita, anak pemilik rumah bernama Aldi (15), datang ke rumahnya untuk menyalakan lampu rumahnya.

Selanjutnya ia menuju ke Masjid untuk shalat maghrib berjamaah. Setelah itu, ia kembali ke rumah pamannya bernama Safaruddin (45), seorang petani, di Kampung Lean’ge.

Sekitar pukul 21.00 wita, saksi bernama Muh. Firdaus bersama empat orang temannya yang sedang kerja rumah di samping TKP melihat api di bagian lantai 2 belakang rumah sehingga langsung berteriak minta tolong ke warga sekitar. Namun api cepat membesar.

“Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai 150 juta rupiah,” tambahnya. [shr]