MAKASSAR—Ratusan dokter gigi anak dari berbagai daerah di Indonesia menggelar bakti sosial bertajuk Sailing for Smiling di Pulau Kodingareng, Makassar, 29 April 2026 lalu. Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperluas layanan kesehatan gigi bagi anak-anak di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses layanan medis.
Bakti sosial tersebut diprakarsai Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) dalam rangkaian iiPDAC19 atau The 19th International Indonesian Pediatric Dentistry Association Conference. Kegiatan ini juga menjadi momen pertama ratusan dokter gigi anak turun langsung melayani masyarakat pesisir secara kolektif.
Sekitar 200 dokter gigi anak memulai perjalanan dari Makassar menuju Pulau Kodingareng melalui dukungan armada TNI Angkatan Laut. Mereka diberangkatkan dari Koarmada VI menggunakan sejumlah kapal militer sebelum melanjutkan perjalanan dengan kapal kecil menuju pulau dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut antusias warga dan ratusan anak sekolah dasar. Kegiatan dipusatkan di SDN Kodingareng dengan sasaran sekitar 250 siswa kelas 1 hingga 3 SD, yang dinilai berada pada fase penting pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Ketua Panitia iiPDAC 19, Kolonel Laut (K/W) Dr. drg. Lusy Damayanti, Sp.KGA, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian profesi dokter gigi anak terhadap pemerataan layanan kesehatan di daerah terpencil.
Menurutnya, akses kesehatan gigi tidak boleh hanya terpusat di perkotaan. Anak-anak di wilayah kepulauan juga harus memiliki kesempatan yang sama mendapatkan edukasi dan layanan kesehatan gigi yang memadai.
Selain edukasi interaktif tentang cara menjaga kesehatan gigi, para dokter gigi juga memberikan Topical Application Fluoride (TAF) atau imunisasi gigi untuk membantu mencegah kerusakan gigi sejak dini. Program ini disambut antusias oleh para siswa yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari TNI AL dan Pemerintah Kota Makassar. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci menghadirkan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
Melalui kegiatan ini, IDGAI Sulselbar tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial bagi masyarakat kepulauan. Bakti sosial tersebut menjadi simbol bahwa keterbatasan geografis tidak menghalangi upaya menghadirkan senyum sehat bagi anak-anak Indonesia. (70n)










