Beranda » Biro Humas Pemprov Sulsel » DPPPA Dampingi Kasus Penyanderaan Anak yang dilakukan Orang Tuanya
DPPPA Dampingi Kasus Penyanderaan Anak yang dilakukan Orang Tuanya
Biro Humas Pemprov Sulsel

DPPPA Dampingi Kasus Penyanderaan Anak yang dilakukan Orang Tuanya

MAKASSAR-Kasus penganiayaan dan penyanderaan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua kandung terjadi di Kecamatan Gantarang, Kelurahan Galanggang Kabupaten Bulukumba.

Kasus tersebut dialami Mansyur, pria berumur 26 tahun yang disekap orang tua kandungnya yakni Penni dan Humairah selama sembilan tahun di kamar mandi atau WC.

Peristiwa itu terkuak setelah Mansyur berhasil lolos dengan cara menggigit pintu WC dan lari. Mansyur lalu dirujuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel yang merupakan naungan Dinas Permberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (DPPA) sulsel untuk mendapat pertolongan.

Mansyur saat ditemui masih enggan bercerita panjang terkait kasus yang menimpanya, Hanya saja dirinya mengaku marah dengan kedua orang tuanya.

Mansyur mengatakan tidak ingin bertemu lagi dengan mereka (orang tuanya)

Sementara itu Kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel Meisy Papayungan membeberkan fakta mengejutkan terkait kasus yang menimpa Mansyur.

Meisy mengatakan,Mansyur merupakan korban perbudakan modern, Pasalnya orang tua kandungnya memperlakukan Mansyur bukan sebagai anak melainkan seperti layaknya binatang.

“Berdasarkan laporan yang diterima,sehari-hari Mansyur diikat menggunakan rantai dengan posisi tangan di atas,Tragisnya Mansyur diberi makanan yang tidak sepantasnya,Ungkap Meisy saat ditemui dikantornya (14/10).

“Kasus seperti ini baru pertama kali ditangani UPT P2TP2A,karena Selama ini pihaknya menangani kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur,namun untuk kasus ini ada pengecualian mengingat ia disiksa sejak masih kanak-kanak.Tegasnya.

Sementara itu Psikolog TP2A Sulsel Agustin mengatakan penyiksaan tersebut cukup mengganggu kejiwaan Mansyur.Dari segi kejiwaan Mansur tergolong menderita trauma berat.

“Kami akan melakukan pemeriksaan lebih jauh untuk memastikan kondisi kejiwaan Mansur,karena dia mengalamai trauma berat,” Tutupnya. [*]

Topik