Dry Port akan menjadi Titik Tumbuh Ekonomi baru di Sulsel
Kadis Perdagangan Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo.

MAKASSAR—Kepala Dinas Perdagangan provinsi Sulsel Ashari Fakshirie Radjamilo menegaskan hadirnya Dry Port atau Pelabuhan kering di kabupaten Sidrap dan Jeneponto akan menjadi titik ekonomi baru yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pasti akan tumbuh titik ekonomi baru karena di sana, ada aktifitas yang membutuhkan tenaga kerja, proses belanja dan bongkar muat barang serta lainnya sesuai yang di harapkan Plt Gubernur sulsel,” ungkapnya, Rabu (25/8/2021).

Ia menjelaskan penandatangan MoU antara Plt Gubernur Sulsel, Bupati Sidrap dan Dirut Pelindo telah dilakukan belum lama ini.

“Penandatangan MOU sudah dilakukan, sekarang kita tinggu SK kelayakan dan setelah tim studi kelayakan menyatakan layak maka pembangunan fisik Dry Port akan segera dilakukan,” jelasnya.

Mantan PJ Sekda Provinsi Sulsel ini mengaku, Dry Port akan menjadi Hub pemberhentian sementara peti kemas untuk mengantisipasi lonjakan di Makassar New Port (MNP).

“Hadirnya Dry Port akan mengurangi beban jalan karena mobil kontainer tidak langsung masuk ke pelabuhan, seperti biasa kita lihat di kabupaten Jeneponto maupun di kota Parepare banyak sekali mobil kontainer yang naik maupun turun yang biasa membuat kemacetan. Tentunya dengan adanya Dry Port ini akan mengurangi biaya operasional pelaku usaha karena akan menjadi tanggung jawab pelindo pengangkutan ke pelabuhan,” terangnya.

Ia menambahkan kedepannya akan tumbuh industri baru, mengingat potensial Sumber Daya Alam Sulsel yang sangat besar.

“Tadi beliau (Plt Gubernur Sulsel) memberikan arahan ke saya untuk mengembangkan pasar beras, ini tentu akan ada industrinya karena kita tau beras, ada beras premium maupun medium, kemudian porang tidak bisa di eskpor mentah tapi harus menjadi bahan olahan jadi jeli atau beraskah jadi tidak tertutup kemungkinan ada pabrik pengolahan semacam itu,” tutupnya. (*)