MAKASSAR—Dari sebuah ruang tamu sederhana di sudut kota, lahir kisah inspiratif seorang perempuan muda bernama Wafia, akrab disapa Fia. Seorang ibu dari satu anak dan istri seorang karyawan bank, yang berani meninggalkan rutinitas kerja kantoran untuk merajut mimpi di dunia fashion.
Fia memulai perjalanan usahanya dari hal kecil. Kebiasaannya menghadiri undangan pernikahan semasa bekerja di bank, membuatnya akrab dengan gaun pesta. Ada yang ia beli, ada pula yang ia jahit khusus bersama penjahit langganan. Lama-kelamaan, koleksi gaunnya semakin banyak. Dari situlah muncul ide sederhana: menyewakan gaun-gaun miliknya agar bisa dipakai orang lain.
Saat kontraknya di bank berakhir, Fia pun memberanikan diri membuka usaha rental gaun. Tabungan yang ia sisihkan selama bekerja, dijadikannya modal untuk menambah koleksi. Dari kebaya dengan payet sederhana, gaun pesta elegan, hingga baju bodo khas Bugis-Makassar yang ia hadirkan dalam sentuhan tradisional maupun modern. Semua tersusun rapi di ruang tamu rumahnya, yang kini berubah menjadi galeri mini penuh warna.
“Belum ada butik besar, tapi dari ruang kecil inilah saya mulai belajar. Bagi saya, usaha ini bukan hanya soal untung dan rugi, tapi tentang keberanian memulai,” kata Fia dengan senyum penuh keyakinan.
Meski baru merintis, Fia tak setengah hati. Ia percaya bahwa cintanya pada dunia fashion adalah bahan bakar utama untuk terus melangkah. Mimpinya jelas: suatu hari nanti memiliki butik sendiri di pusat kota, lengkap dengan interior elegan, agar setiap perempuan yang datang bisa merasa percaya diri dengan gaun yang dikenakan.
Selain menyewakan gaun, Fia juga kerap dipercaya menjadi pembawa acara di berbagai kegiatan. Semua itu ia jalani dengan semangat, sebagai cara untuk terus mengasah diri dan berdiri di atas kaki sendiri.
Di balik perjalanannya, Fia tidak pernah sendiri. Ada dukungan penuh dari sang suami, tawa kecil anaknya yang menjadi sumber energi, serta sahabat lama bernama Nur Zhima—teman sejak kuliah di Politeknik Negeri jurusan Multimedia—yang kini tetap hadir dalam lingkaran hidupnya.
Bagi Fia, usaha ini adalah wujud keyakinan. Bahwa mimpi besar bisa lahir dari keseharian yang sederhana. Dari ruang tamu rumah, ia menyalakan lampu kecil usahanya. Lampu yang suatu saat akan menerangi butik impiannya.
Kisah Fia bukan sekadar tentang gaun-gaun yang indah dipandang. Tapi juga tentang keberanian, harapan, dan perjuangan seorang perempuan yang berani mengambil jalan baru. (R3d1/Ag4ys)












