Beranda » Makassar » Gelar Pelatihan Daur Ulang Plastik, LPM Biring Romang Hadirkan Instruktur dari Malang
Gelar Pelatihan Daur Ulang Plastik, LPM Biring Romang Hadirkan Instruktur dari Malang
Makassar

Gelar Pelatihan Daur Ulang Plastik, LPM Biring Romang Hadirkan Instruktur dari Malang

MAKASSAR – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan Biring Romang, kecamatan Manggala, akan menggelar Pelatihan Daur Ulang Plastik (DUPA) mulai Sabtu 21 hingga Senin 23 September 2019, di Aula SMK Amanah, Jl. Borong Jambu I, Makassar. Dengan menghadirkan Instruktur dari Malang Jawa Timur.

Menurut Ketua LPM Biring Romang, Ambang Ardi Yunisworo, instruktur dari Malang tersebut adalah M. Taufiq Saguanto, atau yang lebih dikenal dengan Taufiq Hottbotles.

Ia merupakan pemateri daur ulang plastik Nasional, yang juga merupakan pemilik dan pendiri museum botol di Malang, yang telah berhasil memasarkan hasil kerajinan daur ulang plastiknya hingga ke Amerika.

“Kami ingin membuat produk daur ulang plastik yang berkelas, sehingga kami merasa perlu menghadirkan Instruktur yang juga berkelas. Namun meski pelatihan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Alhamdulillah di tengah keterbatasan kami, insya Allah besok (Sabtu, 21/9) dapat kita laksanakan,” terang Ambang, Jumat (20/9).

Lebih lanjut menurut Ambang, jika sesuai jadwal, Taufiq akan tiba di Makassar malam ini dan langsung menginap di kediamannya, dan baru akan kembali ke Malang setelah penutupan pelatihan yang dirangkaikan dengan pameran produk hasil pelatihan pada Senin 23 September malam.

“Saya sangat bersyukur Mas Taufiq lebih memilih bermalam di rumah saya dari pada di hotel, dan rencananya beliau akan mendampingi kami hingga pameran hasil pelatihan nanti. Jadi silahkan lihat langsung seperti apa hasil pelatihan ini di pameran hari Senin nanti di Jl. Argeologi komp. Unhas Biring Romang,” ucap Ambang.

Dalam pelatihan yang diikuti 30 orang dari perwakilan 7 RW ini, menurut salah seorang panitia yang tidak mau disebutkan namanya, dari pembukaan hingga penutupan dan pameran diperkirakan menghabiskan dana hampir Rp25 juta dan dibiayai secara swadaya dari hasil patungan beberapa panitia dan sumbangan dari sejumlah warga Biring Romang. (T4ng)