Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
Makassar

Guru SD Borong dan Oknum Polisi Polsek Manggala Bertemu, Permintaan Maaf Diterima

570
×

Guru SD Borong dan Oknum Polisi Polsek Manggala Bertemu, Permintaan Maaf Diterima

Sebarkan artikel ini
Guru SD Borong dan Oknum Polisi Polsek Manggala Bertemu, Permintaan Maaf Diterima
Kasus dugaan perlakuan kasar yang dialami seorang guru SD Negeri Borong berinisial EB oleh oknum anggota Polsek Manggala akhirnya menemui titik damai.

MAKASSAR—Kasus dugaan perlakuan kasar yang dialami seorang guru SD Negeri Borong berinisial EB oleh oknum anggota Polsek Manggala akhirnya menemui titik damai.

Minggu (3/8/2025) EB dan oknum anggota tersebut telah dipertemukan di ruang Paminal Polrestabes Makassar. Dalam pertemuan yang turut disaksikan oleh Kapolsek Manggala, jajaran Paminal Polrestabes, serta keluarga pelapor, oknum polisi yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada EB.

“Permintaan maaf itu saya terima. Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” kata EB usai pertemuan.

EB juga diarahkan untuk kembali melaporkan kasus pencurian barang miliknya ke Polsek Manggala. Hal itu dilakukan karena lokasi kejadian di SD Negeri Borong serta tempat tinggal EB berada di wilayah hukum Polsek tersebut.

Diketahui, kasus ini bermula dari laporan pencurian yang dialami EB di sekolah tempatnya mengajar, pada Jumat, 1 Agustus 2025. Sehari kemudian, ia bersama suaminya mendatangi Polsek Manggala untuk mengurus surat kehilangan. Saat itu, menurut pengakuannya, pelayanan yang ia terima cukup baik, meski dirinya diminta untuk melengkapi berkas seperti dos HP dan dos laptop.

Namun, pada keesokan harinya, Sabtu (2/8/25), saat ia kembali ke kantor polisi, EB mengaku mendapat perlakuan yang tak menyenangkan dari salah satu oknum anggota. Ia merasa dibentak dan diperlakukan secara kasar.

Setelah kasus ini mencuat dan mendapat atensi publik, pihak kepolisian melalui Paminal Polrestabes Makassar bergerak cepat melakukan klarifikasi dan mempertemukan kedua belah pihak.

Dengan adanya permintaan maaf yang telah diterima, kasus ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya sikap profesional dan empati dalam pelayanan publik, terutama di institusi kepolisian. (4r/Ag4ys)

Konten dilindungi Β© Mediasulsel.com