MAKASSAR, PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan mengakui, bahwa sejumlah sisa galian hingga saat ini belum dikembalikan seperti semula, karena sifatnya masih sementara, namun dipastikan akan dikembalikan seperti sedia kala setelah semua pekerjaan selesai.

Menurut Manager Unit Pelaksana Proyek Kitring Sulsel, Husni Wardana, di tempat dimana masi ditutup sementara tersebut, masih akan ada pekerjaan lanjutan yaitu pasang precast dan laying cable, dan setelah itu akan dikembalikan seperti semula, dan hal itu juga sudah seijin pemerintah kota makassar sebagai pihak yg mengeluarkan ijin.

“Penutupan dengan paving blok itu hanya sementara, karena selanjutnya masih ada proses pekerjaan pasang precast dan laying cable, setelah itu baru nanti dikembalikan ke kondisi semula. Pengembalian ke kondisi semula, jika semula beton cor akan dikembalikan beton cor, jika sebelumnya aspal akan dikembalikan aspal,” ucap Husni Wardhana, Manager Unit Pelaksana Proyek Kitring Sulsel.

Tanggapan tersebut disampaikan pihak PT. PLN (Persero) melalui Manager Unit Pelaksana Proyek Kitring Sulsel, setelah dikonfirmasi pihak Media Sulsel, Jum’at (25/9), sebagai dampak atas pengaduan warga Jl. Paccerakang, Daya Makassar, perihal sisa galian kabel PLN yang hanya paving block, atau tidak dikembalikan seperti semula.

Untuk diketahui sesuai data yang dihimpun Media Sulsel kepada warga sekitar lokasi yang dikeluhkan, yaitu di Jl. Paccerakang Daya, di lokasi bekas kabel PLN tersebut, hingga saat ini telah merenggut korban jiwa pengguna jalan yang kecelakaan akibat menghindari gundukan di lokasi tersebut.

Bahkan menurut salah satu warga yang tidak bersedia disebutkan namanya, korban terakhir terjadi pada hari Senin, 21 September, dimana seorang pengendara yang terjatuh saat menghindari gundukan, yang kemudian harus meregang nyawa karena dilindas mobil lain yang sedang melintas. (70n)