MAKASSAR – Di pengujung tahun 2020 ini, Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel bersama POM DAM dan Satpol PP Sulsel gencar melalukan penertiban terhadap pengatur lalu lintas ilegal alias Pak Ogah.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Abdul Azis Bennu mengatakan, penertiban dilakukan di sejumlah pembelokan (u-turn) sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan. Diantaranya depan Kompleks BTN Antara, u-turn depan Kampus Universitas Cokroaminoto, dan depan Rumah Sakit Unhas.

“Kami bersama POM DAM dan Satpol PP melakukan penyisiran Pak Ogah yang menjadi salah satu biang kemacetan di Makassar ini,” ungkap Azis, Selasa (29/12).

Dia mengatakan, selama operasi penertiban berlangsung, sebanyak enam Pak Ogah terjaring. Dan diperkirakan akan bertambah terus karena penyisiran kembali dilanjutkan sepanjang Perintis Kemerdekaan dimana ada Pak Ogah menjalankan aksinya.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel , Muhammad Arafah mengatakan penertiban Pak Ogah ini mulai gencar dilakukan sejak pekan lalu.

“Hari ini fokus di Perintis, kita sisir u-turn yang ada Pak Ogahnya dan menjadi biang kemacetan,” ungkap Arafah.

Dia mengatakan, Pak Ogah yang terjaring selanjutkan didata dan diberi edukasi di tempat bahwa tidak tepat mereka berada di jalan karena menyebabkan kemacetan.

“Penertiban akan terus dilakukan hingga tahun depan. Dan kami berharap Dinsos juga ikut turun ke lapangan untuk membantu penyelesaian masalah Pak Ogah,” tandas Arafah.

Diketahui keberadaan Pak Ogah dinilai sangat meresahkan masyarakat karena menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Makassar. [*]