Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asriady Sulaiman. (foto: dok)

MAKASSAR – Sebanyak 12 daerah di Provinsi Sulsel akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada bulan Desember mendatang. Dua belas daerah itu Makassar, Selayar, Bulukumba, Gowa, Maros, Barru, Pangkep, Luwu timur, Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja dan Soppeng.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asriady Sulaiman, secara intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kesbangpol Kabupaten dan Kota yang akan melakukan pesta demokrasi.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan kesbangpol maupun pihak lainnya yang wilayahnya akan melakukan pilkada serentak untuk melihat perkembangan dan situasi tahapan pilkada yang terus berjalan,” ungkap Asriady melalui pesan Whatsup senin (13/7/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) ada wilayah yang masuk zona merah seperti kota Makassar dan kabupaten Gowa.

“Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, pemantauan langsung ke lapangan akan dilakukan. Terutama wilayah yang dianggap paling rawan sebelum masuk tahapan kampanye,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah beberapa waktu yang lalu saat menerima kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rangka persiapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di ruang rapat pimpinan kantor Gubernur Sulsel.

Nurdin Abdullah mengatakan, Pemprov Sulsel terus mem-backup Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel dalam mengsukseskan pelaksanan pilkada serentak yang akan dilakukan di 12 kabupaten dan kota.

“Alhamdulillah kita tidak ada masalah, pemprov sulsel terus membackup KPU sulsel dari awal untuk mensukseskan pilkada serentak di Sulsel,” ucap Nurdin Abdullah.

Ia menyebutkan, dari 12 kabupaten dan kota disulsel yang akan melaksanakan pilkada serentak,ada 6 daerah yang masuk zona merah.

“Kami bersama seluruh Bupati dan Wali Kota terus menyatukan langkah untuk melakukan langkah memutus rantai penularan covid-19 serta antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama sehingga penyelenggaraan Pilkada pada 9 Desember mendatang berjalan baik dan lancar,” sebutnya. (*)