JENEPONTO—Polemiк seleksi Paskibraka Nasional asal Sulawesi Selatan mulai menemukan titik terang. Kepala Badan Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, mengungkap fakta bahwa nama siswi berinisial “C” memang tidak pernah masuk dalam daftar tiga besar calon Paskibraka Nasional 2026, sekaligus membantah isu bahwa Keysha Ratu Utami hanyalah peserta pengganti.
Penegasan itu sekaligus membantah rumor yang menyebut Keysha Ratu Utami hanya menjadi “pengganti” peserta lain yang gugur di tengah proses seleksi.
Keysha Ratu Utami, siswi asal Kabupaten Jeneponto, dipastikan lolos murni melalui tahapan seleksi berjenjang mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Ia bersama lima peserta lainnya resmi mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional, yakni Afif Faturrahman (Maros), Ghaisan Putra Asrul (Makassar), Juan Pablo (Parepare), Naura Dwi Maharani (Gowa), dan Taswina Putri (Bone).
“Proses penggantian baru bisa dikatakan terjadi jika ada pengumuman awal yang kemudian diubah dengan pengumuman baru. Faktanya, pengumuman hasil seleksi tiga besar untuk tingkat nasional baru dikeluarkan satu kali, dan nama siswi C memang tidak ada di dalam daftar tiga besar tersebut karena ia berada di peringkat tujuh besar,” tegas Bustanul Arifin saat diwawancarai jurnalis Kompas TV, Cynthia Rompas, dalam program Kompas Malam, Rabu (27/5/2026).

Bustanul bahkan menyatakan siap mempertaruhkan jabatannya jika ada pihak yang mampu membuktikan adanya perubahan hasil kelulusan oleh panitia seleksi.
“Siap menerima segala risiko jabatan jika ada pihak yang bisa membuktikan secara valid bahwa panitia telah mengeluarkan pengumuman kelulusan awal lalu menganulirnya,” lanjutnya.
Di balik polemik tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang Keysha Ratu Utami, putri pasangan Samsumar dan Dewi Amelia, alumni MTsS Darul Ihsan Munte, Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Jeneponto.
Perjalanan menuju Istana Negara bukan hal instan bagi siswi SMAN 1 Jeneponto itu. Ia harus melewati persaingan ketat sejak seleksi tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi.

Kepada Mediasulsel.com, Kamis (28/5/2026), Keysha mengaku seluruh proses yang dijalaninya penuh tantangan, disiplin, dan pengorbanan.
“Saya jalani semua tes dengan serius, mulai tes wawasan kebangsaan, kesehatan, fisik, baris-berbaris hingga wawancara. Prosesnya panjang dan melelahkan, tetapi Alhamdulillah semua terbayarkan,” ujar Keysha.
Ia mengaku latihan pagi hingga sore selama persiapan seleksi provinsi menjadi pengalaman paling berat sekaligus berkesan dalam hidupnya.
“Capek pasti ada, tapi rasanya bangga karena semua dilakukan untuk satu tujuan. Dan hari ini saya diberi amanah mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” tuturnya.

Keysha juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tua, pihak sekolah, pelatih, Badan Kesbangpol Jeneponto hingga dukungan penuh Bupati Jeneponto, Paris Yasir, yang disebutnya menjadi penyemangat besar dalam perjuangannya.
Bagi Keysha, Paskibraka bukan sekadar soal baris-berbaris, tetapi tentang disiplin, tanggung jawab, serta membawa nama baik daerah di tingkat nasional.
“Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar bisa menjalankan amanah ini dengan baik dan mengharumkan nama SMAN 1 Jeneponto serta Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)














