MEDIASULSEL.COM – Jember Scooter Club (JSC) menginginkan upaya-upaya pencegahan bencana dan pemberdayaan perekonomian masyarakat pinggir hutan dapat dilakukan dengan mengembalikan fungsi-fungsi hutan.
Hal itu terungkap dalam Sarehan Lingkungan yang digelar JSC, Sabtu (12/11) di Balai Desa Suco, Kecamatan Mumbul Sari Kabupaten Jember, dihadiri perwakilan pemerintah setempat, TNI, Perhutani BPBD Jember, kalangan Pemuda Pelajar dan Organisasi Pecinta Alam “MAPALUS” Fisip Universitas Jember.
Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana, Priyo Purwanto, dalam Sarasehan yang digelar selama satu hari itu, diskusi lebih menitik beratkan pada pencegahan bencana dengan pemberdayaan perekonomian masyarakat. Seperti pengelolaan hutan lindung, dengan penanaman tanaman keras yang memiliki perakaran kuat dan dapat menahan pergerakan tanah tetapi memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
“Pada dasarnya dalam diskusi ini yang diharapkan adalah upaya pelestarian hutan dengan pohon produktif bagi masyarakat, tetapi bisa juga menahan erosi, menjaga sumber air dan menjaga cuaca,” tegas Priyo.
Berdasarkan hasil dialog disepakati tanaman yang kemudian akan ditanam pada hari ini (minggu, 13/11), adalah tanam buah yang sesuai dengan hutan lindung di Suco, seperti Petai, Durian dan kopi. Selanjutnya guna memaksimalkan pertumbuhan dan pemeliharaannya yang kemudian tanaman tersebut dapat produktif dan berguna bagi perekonomian masyarakat pinggir hutan, maka perhutani akan terus mengawal dan mendampingi petani pengelola. (464YS)













