SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah cangkang telur menjadi mineral pakan ternak dan pupuk organik cair bagi masyarakat Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Inovasi tersebut dipaparkan dalam Seminar Program Kerja yang digelar di Kantor Desa Allakuang, Kamis (16/7/2026), di bawah bimbingan Dosen Pendamping Kegiatan (DPK), Ismail Alrip, S.H., M.Kn.
Seminar dihadiri Sekretaris Desa Allakuang beserta perangkat desa, Ketua BPD dan anggota, para kepala dusun, perwakilan Puskesmas Maritengngae, Bidan Desa Allakuang, masyarakat, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 Unhas, serta mahasiswa PBL I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Desa Allakuang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan ayam petelur di Kabupaten Sidrap. Tingginya produksi telur turut menghasilkan limbah cangkang dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan program pemanfaatan cangkang telur sebagai sumber mineral untuk ternak sekaligus bahan baku pupuk organik yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Koordinator Desa KKN Tematik Inovasi Desa Allakuang, Andi Firdaus M. Jaya, mengatakan inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah sekaligus menjadi solusi yang bernilai ekonomis.
“Melalui program ini, kami berharap limbah cangkang telur yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat kami harapkan agar inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di Desa Allakuang,” ujarnya.
Selain program utama tersebut, tujuh mahasiswa KKN juga mempresentasikan program kerja individu yang menyasar berbagai sektor pembangunan desa.
Di bidang digitalisasi, Andi Firdaus M. Jaya memperkenalkan Sobat Data Allakuang, berupa dashboard kependudukan berbasis data terintegrasi. Sementara Gizza Lexa Inatta M menghadirkan pemetaan potensi wisata desa berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS).
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, Najwa Nurul Lutfia mengusung program “Satu Mesin Jahit, Satu Usaha” untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pelatihan keterampilan menjahit.
Sementara di bidang pendidikan dan kesehatan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program, antara lain kampanye anti-perundungan “Sahabat Berani” oleh A. Al Ismi Yusniar, edukasi literasi keuangan “Nabung Yuk!” oleh Nurfahira, Gerakan Minum Susu untuk Generasi Sehat oleh Ananda Nur Fatiha Rezky, serta kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) oleh Muh. Fathurrahman Hasbullah untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak.
Selama pelaksanaan program, masyarakat juga akan menerima buku panduan mengenai pemanfaatan cangkang telur sebagai mineral ternak dan pupuk organik agar inovasi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui program KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116, mahasiswa Universitas Hasanuddin berharap inovasi yang diperkenalkan mampu mendorong pemanfaatan potensi lokal sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan di Desa Allakuang. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip (Dosen FH Unhas)













