Kadisdik Sulsel Terima Kunjungan Kepala Sekolah dan Pengawas KPSP
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Muhammad Jufri menerima kunjungan Kepala Sekolah dan Pengawas yang tergabung dalam Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak (KPSP), Rabu (30/06/2021) di ruang E-Panrita.

MAKASSAR—Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Muhammad Jufri menerima kunjungan Kepala Sekolah dan Pengawas yang tergabung dalam Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak (KPSP), Rabu (30/06/2021) di ruang E-Panrita.

Turut mendampingi Kadisdik Sulsel, Sekretaris Disdik Sulsel, H Hery Sumiharto, SE, M.Ed, Kepala Bidang Pembinaan GTK dan Fasilitasi, H Sabri, SPd, MPd.

Sementara hadir dari pihak KPSP yaitu, Kepala Sekolah SMA Islam Al Akhyar Makassar, M. Awaluddin, Kepala SMA Islam Athira Makassar, Tawakkal Kahar, Kepala SMA Buq’atun Mubarokah, Mashuri, Kepala SMAN 2, H. Muh. Asrar, Kepala SMAN 21, Andi Ernawati, Kepala SMAN 9 Makassar, Andi Supardin serta dua orang pengawas yakni, Amir Mallarangan dan Andi Bansuhari Lologau.

H. Muh. Asrar selaku juru bicara menyampaikan beberapa hal mengenai sekolah penggerak, dimulai dari jumlah peserta sebanyak 16 Sekolah Negeri dan Swasta di Sulsel serta kesiapan sekolah melaksanakan sekolah penggerak dengan konsep pendidikan yang memerdekakan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

“Kami selaku kepala sekolah sudah mengikuti semua prosedur mulai dari tes Skolastik, Tes Wawancara dan terakhir kami mengikuti Diklat Program Sekolah Penggerak (PSP) selama 10 hari secara daring atau sama dengan (74 Jam),” jelas Asrar.

Saat ini guru-guru dan pengawas yang tergabung dalam Komite Pembelajaran sedang melaksanakan In House Trainin (IHT) di sekolah masing-masing dan akan didampingi  tim ahli dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tidak hanya sampai di situ, kami juga akan didampingi selama 3 tahun untuk memastikan Program Sekolah Penggerak berjalan sesuai yang telah dicanangkan oleh Kemendikbud RI,” tegas Asrar.

Lebih lanjut Asrar menegaskan, bahwa sesuai dengan arahan Kemendikbud, tahun ajaran 2021-2022 Kurikulum Sekolah Penggerak sudah mulai diterapkan di kelas 10.
Sementara itu Prof. Jufri, saat menerima langsung kunjungan tersebut mengaku sangat mengapresiasi dan memberikan ucapan Selamat kepada seluruh kepala sekolah yang berhasil lolos menjadi Sekolah Penggerak.

“Saya sudah mengikuti irama perkembangan sekolah penggerak ini, dan saya meyakini para kepala sekolah yang lulus adalah kepala sekolah pilihan dengan proses seleksi yang ketat. Siapapun yang terpilih itu sudah pasti layak untuk mendapatkan gelar sekolah penggerak dan menjadi ciri pembeda dengan sekolah reguler,” ungkap Prof. Jufri. (*)