Muhammad Arafah Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel
Muhammad Arafah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan.

MAKASSAR—Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah, mengatakan untuk proyek pengembangan angkutan umum massal perkotaan Makassar ada beberapa.

“Ada beberapa yang dikembangkan, jika berbicara masalah rel maka itu kaitannya dengan Light Rail Transit (LRT) ada juga Buy The Service atau teman bus ini proyek dari Kementerian Perhubungan,” kata Arafah saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat (26/2/2021)

Selain itu, ada juga yang sudah di survey seperti SUTRI NAMA adalah kepanjangan dari Sustainable Urban Transport Indonesia Nationally Appropriate Mitigation Action.

Menurutnya, proyek ini merupakan usulan di tahun 2022. “Kedepan itu memang kami fokus untuk angkutan Massal utamanya LRT, domainnya di Bappeda kami konsep, yang BRT itu Buy The Servis itu angkutan massal berbasis bus dan ini sementara sedang berproses,” sebutnya.

Khusus untuk, BTS atau istilahnya teman Bus ini. Arafah menyebutkan sementara dalam proses lelang di Kementerian Perhubungan dan rencanannya akhir tahun beroperasi.

“Teman bus ini sudah di survey, rencananya lima koridor. Namun karena adanya pemangkasan mungkin saja sisa dua atau tiga koridor tapi kami terus diskusi intens bersama teman-teman di Kementerian,” paparnya

Untuk koridor tersebut, Arafah menyebut arah Bandara masuk ke Makassar, kemudian dari Gowa, Kampus ada juga Takalar.

Diketahui Pemerintah Pusat dalam hal ini Bappenas telah menyetujui tiga proyek usulan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, setelah dilakukan evaluasi salah satunya adalah Pengembangan Angkutan Umum Massal Perkotaan Makassar (Mamminasata).

Dari data yang diperoleh, sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Hibah. Untuk APBN sendiri disiapkan anggaran Rp 34,7 miliar. Dimana tindak lanjut yang dilakukan, adalah Kajian Urban Mobility Plan (UMP) dan penyiapan Readiness Criteria.

Untuk angkutan umum massal ini, khusus Bus Rapid Trans (BRT) perkembangan menjadi Buy The Service atau Teman Bus dimana ini merupakan program Pemerintah Pusat dengan anggaran Rp 34,7 miliar. Sedangkan ada kajian UMP melalui hibah KIAT Australia.

Seperti diketahui, dalam rapat Rapat Koordinasi Gubernur, dalam rangka penyusunan RKP tahun 2022 untuk wilayah NTB dan Sulawesi, Selasa lalu ada tiga proyek usulan yang disetujui yaitu meliputi pengembangan angkutan umum massal perkotaan Makassar berbasis (Mamminasata), dan revitalisasi tambak dikawasan sentra produksi udang dan bandeng, dan Waduk Jenelata.

Proyek yang akhirnya disetujui oleh Pemerintah Pusat, ini masuk dalam 41 proyek prioritas strategis atau major project dalam RPJMN 2020-2024 menjadi fokus dalam rencana anggaran RKP. (*)