MAKASSAR – Kapolda Sulawesi Selatan melakukan terobosan dengan meluncurkan 12 aplikasi pelayanan masyarakat dalam upaya meningkatkan pelayanan publik berbasis TI (teknologi informasi) yang mudah diakses oleh masyarakat.

Tepatnya di ruang Command Center Polrestabes Makassar, 12 aplikasi pelayanan publik tersebut di launching langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Drs. Muktiono, S.H, M.H didampingi Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol Mas Guntur Laupe bersama Walikota Makassar Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto beserta para Pejabat Utama Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar, Jumat (24/11/2017).

Kapolda Sulawesi Selatan mengatakan digitalisasi adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Hampir semua kegiatan kedepan dinamika sosial yang ada di masyarakat memanfaatkan digitalisasi. Artinya Polri sebagai pelayan, pengayoman, dan pelindung dalam masyarakat harus dengan sigap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, Polri memberikan kemudahan dengan meluncurkan 12 aplikasi pelayanan publik berbasis TI (teknologi informasi).

“Peningkatan pelayanan publik, khususnya di tubuh Polri harus ditingkatkan. Dengan peluncuran 12 aplikasi berbasis TI tersebut dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mempermudah masyarakat, ucap Kapolda Sulsel”

12 aplikasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi (TI) yang di launching tersebut yaitu SIM Online, SKCK Online, SP2HP, Laporan Kehilangan, Layanan Samsat, Bhabinkamtibmas, E-Lantas, Hilang Temu Kendaraan, dan Izin Keramaian.

Polda Sulawesi Selatan juga mempunyai Command Center yang berada di Polrestabes Makassar yang merupakan kerja sama dengan bapak Walikota Makassar untuk meningkatkan keamanan dan situasi kamtibmas khususnya di wilayah hukum Polrestabes Makassar.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Anwar Efendi menambahkan, dengan di launchingnya 12 aplikasi pelayanan masyarakat tersebut, tak lain untuk memberikan pelayanan, pengayoman, dan pengamanan yang terbaik untuk masyarakat di wilayah Polda Sulawesi Selatan dan menjadikan sarana untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.

Selain itu, 12 aplikasi yang berbasis android ini tidak hanya membantu tugas – tugas kepolisian dan meningkatkan quick respon dalam menangani suatu gangguan kamtibmas yang terjadi di tengah – tengah masyarakat tetapi juga mempermudah masyarakat dalam memberikan segala bentuk informasi terkait gangguan berbetuk apapun kepada pihak kepolisian. [*/4ld]