MAKASSAR—Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kota Makassar menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dalam rangka persiapan Karebosi Ramadhan Fair.
Rakor yang berlangsung di Lantai 7 Balaikota Makassar itu membahas kesiapan teknis pelaksanaan Ramadhan Fair yang dijadwalkan mulai 20 Februari mendatang.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Makassar, Arlin Ariesta, menyampaikan bahwa Karebosi Ramadhan Fair merupakan bagian dari Calendar of Event Pemerintah Kota Makassar, sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor.
“Ramadhan Fair ini masuk dalam kalender event Pemerintah Kota Makassar. Karena mengusung konsep baru, kami memandang perlu adanya koordinasi lintas sektor serta masukan dan saran dari seluruh pihak,” ujar Arlin dalam rakor.
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam agenda tersebut adalah konsep zero waste yang akan diterapkan selama kegiatan berlangsung. Konsep ini diusung penyelenggara sebagai upaya menekan penggunaan sampah plastik.
Panitia penyelenggara, Mimi, menjelaskan bahwa pelaku UMKM yang terlibat akan diarahkan menggunakan kemasan ramah lingkungan.
“Kami menghimbau UMKM menggunakan kemasan paper food atau bahan yang bisa didaur ulang. Selain itu, kami menyiapkan tim yang stand by untuk memilah sampah organik dan non-organik,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, Arlin berharap sinergi antar-SKPD, kecamatan, hingga kelurahan dapat terjalin demi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Harapan kami tentu supporting dari semua pihak. Ini kegiatan yang sudah dicanangkan pemerintah kota, sehingga kami butuh dukungan dari OPD, kelurahan, dan kecamatan,” tutup Arlin.
Karebosi Ramadhan Fair direncanakan berlangsung pada 20–28 Februari, dengan konsep area pameran yang menghadirkan 20 tenant dan melibatkan 40 brand UMKM binaan Diskop UKM Makassar. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus penguatan kapasitas pelaku UMKM selama momentum Ramadan. (70n/Ag4ys/4dv)



















