KENDAL — Kabupaten Kendal terus menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi yang agresif di tengah persaingan daerah dalam menarik investasi. Di bawah kepemimpinan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, daerah di pesisir utara Jawa Tengah itu berhasil mencatatkan capaian investasi tertinggi di provinsi tersebut sepanjang 2025.
Hal itu diungkapkan Dyah Kartika Permanasari dalam podcast Relasi (Regulasi dan Aspirasi) yang dipandu Pemimpin Redaksi Berita Satu Sukri Rahmatullah dan tayang di YouTube, Minggu (26/4/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Dyah memaparkan bagaimana Kendal berkembang menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Jawa Tengah, didukung oleh ekspansi industri, penguatan sumber daya manusia, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
Menurut Dyah, investasi yang masuk ke Kabupaten Kendal pada 2025 mencapai Rp15,85 triliun. Angka itu menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal mencapai 7,99 persen pada 2025. Ini menjadi angka tertinggi di Jawa Tengah,” ujarnya.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang telah berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan industri.
Saat ini, KIK disebut telah dihuni sekitar 258 perusahaan dari berbagai sektor industri dengan total serapan tenaga kerja mencapai sekitar 65 ribu orang.
Dyah menilai keberadaan kawasan industri bukan hanya menjadi sumber investasi, tetapi juga membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat lokal.
Tidak berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Kendal juga menyiapkan pengembangan kawasan industri dalam skala besar untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan investasi.
Tahap kedua pengembangan Kawasan Industri Kendal dengan luas sekitar 1.200 hektar sedang berproses. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Kawasan Industri Silver (KIS) dengan luasan serupa.
Jika seluruh pengembangan terealisasi, total lahan industri di Kendal diproyeksikan mencapai sekitar 3.000 hektar.
Untuk mendukung konektivitas kawasan industri baru, pemerintah daerah turut mengusulkan pembangunan jalur jalan baru di kawasan pesisir agar akses logistik dan mobilitas industri menjadi lebih efisien.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) agar percepatan infrastruktur bisa berjalan optimal.
Selain fokus pada investasi, Dyah menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas agar masyarakat Kendal tidak hanya menjadi penonton di tengah ekspansi industri.
Pemerintah daerah mendorong konsep link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Kurikulum sekolah menengah kejuruan dan pelatihan kerja diarahkan agar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
“Kami ingin masyarakat Kendal menjadi pelaku utama di daerahnya sendiri, bukan hanya menyaksikan perkembangan industri,” katanya.
Upaya peningkatan kualitas SDM juga dilakukan melalui program “Satu Desa Satu Sarjana”. Program ini ditujukan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu melalui dukungan perusahaan lewat program tanggung jawab sosial atau CSR.
Program tersebut turut melibatkan institusi pendidikan seperti Politeknik Industri Furnitur guna memperluas akses pendidikan vokasi.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah pekerja dan aktivitas industri membuka peluang investasi baru di sektor properti dan hunian.
Dyah mengungkapkan masih banyak pekerja tingkat manajemen yang memilih tinggal di luar Kendal. Kondisi ini menjadi peluang bagi investor untuk menghadirkan hotel, apartemen, hingga hunian representatif.
Pemerintah daerah juga telah menyediakan rumah susun sewa bagi pekerja lokal dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Hunian tersebut disewakan dengan tarif terjangkau sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.
Dalam podcast itu, Dyah juga menyinggung kebijakan internal pemerintahan, termasuk penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk efisiensi penggunaan energi dan bahan bakar, dengan pengecualian bagi sektor pelayanan publik.
Meski bekerja dari rumah, sistem pelaporan kinerja ASN tetap dilakukan secara ketat agar pelayanan pemerintahan tidak terganggu.
Menutup perbincangan, Dyah menyampaikan pesan bagi perempuan dan generasi muda dalam momentum Hari Kartini.
Ia mengajak perempuan untuk berani berkarya dan mengambil peran strategis tanpa meninggalkan tanggung jawab keluarga.
Sementara bagi generasi Z, Dyah mendorong pemanfaatan teknologi secara positif untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing di era industri modern. (Ag4ys)








