JAKARTA – Peluang kolaborasi dalam bidang dakwah dan pemberdayaan masyarakat mengemuka dalam pertemuan antara Wahdah Islamiyah dan Paragon Corp di Wardah Community Hub, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Kedua pihak menilai kesamaan nilai keteladanan, kerja keras, dan kebermanfaatan menjadi fondasi kuat untuk membangun sinergi yang lebih luas.
Pertemuan dipimpin Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, dan diterima jajaran Divisi Islamic Community Development Paragon Corp yang terdiri atas Dwi Lesmana Yuniarto, Firdaus Alkatiri, dan Nelsa.
Dalam diskusi tersebut, Paragon membagikan perjalanan perusahaan yang dirintis pendirinya, Nurhayati Subakat. Berawal dari usaha produksi sampo berskala kecil saat masih menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor, perusahaan itu berkembang menjadi salah satu perusahaan kosmetik nasional dengan sekitar 17.000 karyawan dan 16 merek.
Kisah tersebut dinilai menjadi bukti bahwa perusahaan dapat tumbuh besar tanpa meninggalkan nilai kesederhanaan, kerja keras, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai itu pula yang menjadi filosofi nama “Paragon”, yakni teladan.
Ustaz Zaitun mengapresiasi perjalanan Paragon yang mampu mempertahankan karakter dan nilai kebermanfaatan di tengah pertumbuhan bisnisnya.
Menurutnya, perjalanan tersebut memiliki kesamaan dengan Wahdah Islamiyah yang telah menempuh proses panjang sejak dirintis pada 1986 sebelum resmi menjadi organisasi kemasyarakatan pada 2002.
Ia mengungkapkan, selama empat dekade perjalanan, Wahdah Islamiyah tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk fitnah dan tuduhan. Namun organisasi itu memilih tetap fokus menjalankan dakwah melalui pendekatan akhlak dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Prinsip kami, kalau orang lain bersalah kepada kita, kita tidak boleh berbuat salah kepada mereka. Kita harus tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi umat dan bangsa,” ujar Ustaz Zaitun.
Selama ini, lanjutnya, Wahdah Islamiyah terus memperluas kontribusi melalui program dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat. Organisasi tersebut juga berupaya mengisi ruang-ruang pengabdian yang belum banyak disentuh agar dapat melengkapi peran berbagai lembaga yang telah lebih dahulu hadir.

Kesamaan visi itu membuka peluang kerja sama konkret antara Wahdah Islamiyah dan Paragon. Salah satu rencana yang dibahas adalah pelibatan LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat dalam program Paradaya Movement.
Program tersebut mengusung pendekatan closed loop, yakni mendampingi peserta mulai dari pelatihan keterampilan hingga memperoleh akses pekerjaan. Paradaya Movement sendiri menyediakan lebih dari 50 bidang pelatihan vokasi.
“Kolaborasi yang terbangun dapat mendukung dakwah dan pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan Paragon,” kata Ustaz Zaitun.
Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan agenda Muktamar V Wahdah Islamiyah yang mengusung tema “Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah” dengan tagline “Salam Sehat Indonesia”.
Tagline tersebut mengusung tiga dimensi utama, yakni sehat hati, sehat jasmani, dan sehat ekonomi. Muktamar juga akan dirangkaikan dengan pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur’an sebagai bentuk apresiasi terhadap para pengajar Al-Qur’an di berbagai daerah di Indonesia.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi yang memperkuat sinergi antara jaringan dakwah Wahdah Islamiyah dan inovasi sosial Paragon dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muhammad Akbar (Humas Muktamar V Wahdah Islamiyah)













