MAKASSAR – Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FKLPM) kecamatan Sangkarang, Makassar, H Sampara Sarip SH, tengah berupaya membebaskan tiga warga Kodingareng yang beberapa hari sebelumnya diamankan Polairud Polda Sulsel.

Hal itu disampaikan H. Chang, Panggilan akrab Sampara Sarip, saat ditemui Mediasulsel.com, ditengah kesibukannya mengurus pembebasan warganya tersebut, Senin (31/8/2020).

“H. Manre dan lainnya itu akan saya urus kebebasannya,” ujar Chang yang juga merupakan ketua LPM kelurahan Kodingareng, kecamatan Sangkarang, Makassar.

Ia menjelaskan, dalam kasus tersebut banyak kepentingan yang dilihat. Walhi yang sedianya berencana membantu mengurus keberadaan ketiga nelayan yang diamankan Polairud tersebut, hingga kini belum juga selesai.

Bahkan, lanjut Cang, ketiga nelayan tersebut juga mencabut hak kuasa yang telah diberikan kepada LBH dan Lainnya.

“Untuk itu saya menantang Walhi katanya mau menyelesaikan, tapi hingga kini belum ada hasilnya. Saya mengurus semuanya, dan semua surat kuasa kini sudah dibatalkan oleh mereka sebagai pemberi kuasa,” tegas H. Chang.

Selain itu H. Chang yang juga merupakan anggota DPRD kota Makassar periode 2014/2019 tersebut, juga menjelaskan, bahwa titik pengerukkan dalam hal ini dilakukan PT. Boskalis tersebut, tidak berada di wilayah kota Makassar, namun berada di wilayah kabupaten Takalar, dan tempat tersebut merupakan tempat para nelayan mencari ikan turun temurun.

“Lokasi pengerukan yang dilaksanakan oleh PT. Boskalis tersebut, berada di wilayah kabupaten Takalar, bukan di wilayah Makassar, namun lokasi tersebut memang merupakan tempat para nelayan mencari ikan secara turun temurun,” tutup H. Chank. (70n)