MAKASSAR—Menjelang pencoblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2024, suhu politik semakin meningkat. Ketua Umum Yayasan Tomanurung, Annar Salahuddin Sampetoding, menyerukan kepada pasangan calon (paslon) gubernur dan timnya untuk tetap menjaga kedamaian dan fokus pada program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Annar menekankan pentingnya nilai budaya Bugis-Makassar yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati (sipakatau), saling mengingatkan (sipakainge), dan saling memuliakan (sipakalebbi).
Ia meminta semua pihak menghindari pernyataan yang dapat memanaskan suasana, terutama di tengah rivalitas politik antara pasangan Danny Pomanto – Azhar Arsyad (DiA) dan Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi (Andalan-Hati).
“Saya ingatkan pada paslon dan timnya agar menjaga kedamaian di Sulsel. Jangan mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat rakyat terpecah belah. Utamanya kepada Danny Pomanto dan Rusdi Masse yang belakangan ini ramai diberitakan. Jangan menciderai kedamaian Sulsel menjelang pencoblosan,” tegas Annar, Minggu (17/11/2024).
Ketua Yayasan Puang Sangalla‘ itu juga menilai bahwa persaingan politik adalah hal yang wajar, namun harus tetap dalam batasan etika. Ia memuji ketenangan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi dalam menghadapi situasi debat terakhir, yang dianggap mencerminkan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan yang santun.
“Dalam debat terakhir, saya melihat bagaimana Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati tetap tenang meski mendapat tekanan. Begitu pula dengan Azhar Arsyad. Ini mencerminkan budaya kita yang beradab dan menghormati perbedaan,” tambahnya.
Jelang Kampanye Akbar
Sementara itu, dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel bersiap menggelar kampanye akbar pekan depan. Pasangan DiA akan melangsungkan kampanye pada 22 November 2024 di Monumen Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK).
Sementara pasangan Andalan-Hati akan mengadakan kampanye sehari setelahnya, pada 23 November 2024, di GOR Sudiang, Makassar, dengan target kehadiran hingga 50.000 orang.
Kedua kampanye ini dipusatkan di Kota Makassar, menjelang masa tenang sebelum hari pencoblosan. Annar kembali mengingatkan bahwa kedamaian di Sulsel adalah tanggung jawab semua pihak. Ia berharap Pilgub Sulsel dapat berlangsung damai dan membawa manfaat bagi masyarakat Sulawesi Selatan. (*)













