MAKASSAR—Kondisi fiskal Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Penjabat Gubernur Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, memberikan apresiasi atas tata kelola anggaran yang dinilainya semakin baik, terutama terkait pemanfaatan dana transfer dari pusat ke daerah.
“Tata kelola anggaran di Sulsel, khususnya dana transfer pusat ke daerah, sudah berjalan sesuai dengan jalurnya. Tidak ada masalah serius yang mengganggu proses tersebut,” ungkap Taufan Pawe usai bertemu Prof. Zudan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 23 Desember 2024.
Menurut Taufan, kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel yang terdiri atas 54 persen pendapatan asli daerah dan 46 persen dana transfer pusat mencerminkan stabilitas fiskal yang baik. Ia menilai angka tersebut memperlihatkan pengelolaan yang efektif untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Taufan menjelaskan bahwa Komisi II DPR RI memiliki tugas utama untuk memonitor dan mengevaluasi dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Ia menyoroti tanggung jawab besar pemerintah provinsi dalam mengelola berbagai jenis dana, termasuk dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana bagi hasil, dan dana desa.
“Dibawah kepemimpinan Prof. Zudan, saya melihat ada upaya luar biasa yang dilakukan untuk memastikan bahwa dana-dana ini dikelola dengan baik demi kesejahteraan masyarakat. Arahnya semakin jelas dan positif,” kata Taufan.
Ia juga mendorong pemerintah provinsi untuk memberikan contoh yang baik kepada 24 kabupaten/kota di Sulsel dalam pengelolaan dana transfer tersebut. Evaluasi dan pengawasan pemanfaatan dana, menurutnya, akan terus menjadi prioritas Komisi II agar tujuan pembangunan tercapai secara merata.
Sementara itu, Prof. Zudan menyampaikan terima kasih atas perhatian dan apresiasi yang diberikan. Ia memaparkan berbagai upaya yang dilakukan dalam mewujudkan APBD yang sehat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (*/4dv)













