PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.10 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoGau Maraja Bone Disusupi Dugaan Pungutan, ASN Dipatok Rp150 RibuDinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era DigitalPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.10 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoGau Maraja Bone Disusupi Dugaan Pungutan, ASN Dipatok Rp150 RibuDinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era Digital
Peristiwa

Korban Tambang Emas Ambruk di Sulut Naik Jadi 13

654
×

Korban Tambang Emas Ambruk di Sulut Naik Jadi 13

Sebarkan artikel ini
Tambang Emas

SULAWESI UTARA – Jumlah korban tewas akibat ambruknya tambang emas ilegal di Sulawesi Utara, Selasa pekan lalu, bertambah menjadi 13 orang.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama, Selasa (5/3), mengatakan timnya telah menemukan tiga mayat dalam keadaan utuh dan beberapa potongan tubuh dalam dua hari terakhir.

Pihak berwenang masih tidak yakin berapa banyak orang terjebak di dalam tambang yang terletak di lokasi terpencil di Sulewesi Utara itu sewaktu ambruk, namun Basarnas mengatakan, jumlahnya mencapai 100 orang.

“Batu-batu yang menghantam para penambang berukuran sangat besar, beberapa bahkan sebesar truk,” kata Purnama kepada The Associated Press.

Ia mengatakan, dengan bantuan truk penggali, mereka berhasil memperoleh akses ke terowongan utama tambang itu, namun resiko ambruknya tumpukan batu menghalangi usaha tim SAR untuk menjangkau para korban.

Tambang itu ambruk selasa pekan lalu karena pergerakan tanah dan terlalu banyaknya lubang galian tambang. Sembilan belas orang berhasil diselamatkan, namun mereka menderita luka ringan hingga serius.

Seorang penambang terpaksa diamputasi salah satu kakinya untuk membebaskannya dari timbunan batu, namun ia kemudian meninggal sewaktu diangkut menuju tempat penampungan sementara terdekat karena pendarahan hebat. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com