Legislator DPRD Makassar Andi Astiah Ajak Pemuda Berfikir Postif

Legislator DPRD Makassar Andi Astiah Ajak Pemuda Berfikir Postif
Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan, di Hotel Agraha, pada Jumat (21/8/2020).

MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Astiah menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan, di Hotel Agraha, pada Jumat (21/8/2020).

Hadir sebagai narasumber, Nur Salwiyani Gani (Akademisi), Ardhi (pemerhati kepemudaan) dan anggota DPRD Makasaar, Andi Astiah sekaligus membuka kegiatan itu.

Dalam sambutannya, politisi PKS ini mengajak peserta sosialisasi memahami peran dan tanggung jawab pemuda ditengah masyarakat.
Andi Astiah juga mengajak pemuda untuk tidak mudah terpancing dengan kondisi yang terjadi di wilayah bagian utara Kota Makassar yang kerap terlibat aksi tawuran.

“Bentrok antar sesama pemuda masih menjadi masalah utama di wilayah utara, untuk mengubahnya, diperlukan wadah organisasi agar energi para pemuda khususnya di wilayah utara dapat tersaluran ke hal yang lebih positif,” kata Andi Astiah dalam sambutannya.

Andi Astiah mengaku sengaja memilih Perda Kepemudaan dalam kegiatan sosialisasi kali ini, sebagai upaya untuk mendorong anak-anak muda, khususnya di bagian utara Makassar agar menumbuhkan partisipasi mereka untuk turut serta dalam pembangunan.

“Keberadaan organisasi kepemudaan sangat penting untuk membangun rasa percaya diri dan kemandirian pemuda. Agar mereka mampu mengambil peran-peran strategis untuk bekerjasama dan bermitra dalam pembangunan bersama dengan pemerintah,” paparnya.

Berita Lainnya

Sementara, Nur Alwiyani (Akademisi) selaku narasumber mengungkapkan, pergaulan remaja itu ada yang positif ada yang negatif tergantung dari lingkungan dimana mereka bergaul.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi bagimana membangun karakter pemuda sehingga bisa tumbuh menunjukkan nilai-nilai positif dalam lingkungan pergaulannya.

Lihat Juga:  Persakmi Sulsel Gelar Pelatihan Amdal Dasar

Nur Alwiyani menilai, terjadinya tawuran antar pemuda seperti yang terjadi dibeberpa wilayah saat penyebabnya karena tidak ada efek jera yang dilakukan oleh pemerintah setempat atau pihak yang berwenang, juga karena pengaruh internet jadinya tawuran ini semakin meluas.

“Banyak faktor sehingga terjadi kenakalan remaja ataupun tawuran antar pemuda, antara lain keluarga. Orang tua harus punya peran aktif bagaimana cara mendidik anak dengan baik. Pola asuh dan komunikasi antara anak dan orang tua harus terjalin sebaik mungkin,” terangnya

“Juga lingkungan tempat tinggal dan sekolah. Bagiamana seorang anak bergaul dan tumbuh besar tergantung dari teman-temannya. Jika si anak mempunyai filter yang baik akan tidak mudah hanyut dalam pergaulan yang bisa merusak masa depannya,” demikian, Nur Alwiani menandaskan. (*)

Berita terkait