MAKASSAR, Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) Sulawesi Selatan melalui sekretarisnya, Djaya Jumain, meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel untuk segera mempercepat proses penyidikan terkait dugaan kasus tender lelang alat kesehatan (alkes) di dua rumah sakit milik pemerintah provinsi Sulsel yaitu RSUD Haji dan RSUD Labuang Baji.

Kepada Media Sulsel melalui sambungan jejaring sosial WhatsApp, Selasa (13/8) menyatakan, bahwa pihaknya mempertanyakan surat laporan kasus alkes RSUD Haji dan RSUD Labuang Baji Makassar, yang telah diserahkan kepada Kejati Sulsel akhir juli 2019 lalu, dan meminta pihak Kejati Sulsel untuk mempercepat penyidikan dua rumah sakit tersebut.

“LMPP Sulsel akhir Juli lalu telah melaporan kepada Kejati Sulsel, adanya dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD Haji dan RSUD Labuang Baji Makassar, APBN 2018, karena diduga ada proses tender lelang yang tidak sesuai proses yang telah ditentukan,” terang Djaya.

Lebih lanjut Djaya menjelaskan, bahwa dalam laporannya itu LMPP Sulawesi Selatan menjelaskan adanya dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alkes di RSUD Haji APBN 2018 yang melibatkan pihak rumah sakit dan PT. Naura Permata Nusantara sebagai rekanan serta kasus yang sama juga di RSUD Labuang Baji Makassar yang juga pihak rumah sakit serta PT. Yobel Prima Nusantara, PT. Ilong Prayatna dan PT.Anugerah Agape Abadi sebagai rekanan.

“Laporan atas dua kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, merupakan wujud komitmen LMPP Sulsel dalam turut serta menyelamatkan uang negara,” pungkas Djaya. (*/464ys)