SINJAI—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Ekonomi Kreatif di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan wadah media tanam menggunakan limbah botol plastik di rumah-rumah warga. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN-T yang bertugas di Desa Pulau Harapan.
Program kerja ini diawali dengan sosialisasi dan demonstrasi pada Selasa, 14 Januari 2025, bertempat di Aula Kantor Desa. Fachrezi Haris, selaku penanggung jawab program kerja ini, memaparkan materi dan mempraktikkan langsung cara memanfaatkan limbah botol plastik sebagai wadah untuk budidaya tanaman.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah plastik yang efektif sekaligus mengedukasi mereka mengenai teknik budidaya tanaman sederhana,” Ujar Fachrezi dalam keternagannya, Jum’at (24/1/2025).
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan limbah plastik bekas botol minuman di Pulau Harapan terus meningkat. Peningkatan ini menyebabkan akumulasi sampah plastik yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Mendaur ulang sampah plastik melalui pemanfaatan botol bekas sebagai wadah media tanam menjadi solusi alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga edukatif. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya pengelolaan limbah plastik untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi yang meliputi penjelasan sistem budidaya, keunggulan teknik, serta jenis-jenis tanaman yang cocok untuk dibudidayakan. Setelah itu, dilanjutkan dengan demonstrasi langsung, mulai dari pemotongan botol, pembuatan lubang sirkulasi, hingga pengecatan botol.
Dalam kesempatan itu, Fachrezi menjelaskan bahwa teknik budidaya ini menawarkan berbagai kelebihan, di antaranya penggunaan bahan yang mudah didapatkan, seperti botol plastik bekas atau galon plastik.
“Teknik budidaya ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya memanfaatkan limbah plastik yang biasanya terbuang percuma ke laut, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah plastik. Selain itu, teknik ini tidak membutuhkan penyiraman rutin, sehingga menjadi solusi atas keterbatasan air tawar di Pulau Harapan,” jelas Fachrezi Haris.
Fachrezi juga menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di Pulau Harapan. Sebagai tindak lanjut, Jum’at (24/1/2025) Fachrezi bersama tim KKN-T mengimplementasikan teknik ini di beberapa rumah warga sebagai percontohan.
“Diharapkan langkah ini dapat menarik minat masyarakat untuk menerapkan metode serupa di rumah masing-masing, sekaligus mendukung upaya pengelolaan limbah plastik yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Cj/Ag4ys)
Citizen Jurnalism: Fachrezi Haris (Mahasiswa Agroteknologi Unhas)


















