SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengawali program pengabdian di Desa Wanio Timoreng, Kec. Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan mengedukasi pelajar tentang pentingnya pengelolaan sampah. Melalui sosialisasi di SMKN 8 Sidrap, Senin (20/7/2026), mahasiswa tidak hanya membangun kesadaran lingkungan, tetapi juga menyiapkan praktik daur ulang limbah melalui program Eco Key Project.
Kegiatan yang diikuti puluhan siswa dan guru SMKN 8 Sidrap itu menjadi langkah awal untuk membentuk budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar. Tim KKN-T Unhas menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah sebagai solusi atas persoalan limbah yang terus meningkat, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam pemaparannya, mahasiswa memperkenalkan klasifikasi sampah organik dan anorganik, sekaligus menjelaskan dampak negatif penumpukan sampah terhadap kesehatan dan lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat.
Sosialisasi juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi mengenai kondisi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Para siswa diajak memahami bahwa setiap orang merupakan penghasil sampah sekaligus memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya dengan benar.
Menurut tim KKN-T Unhas, edukasi tersebut menjadi fondasi sebelum memasuki tahap implementasi yang lebih aplikatif. Sebab, perubahan perilaku dinilai tidak cukup hanya melalui penyampaian teori, tetapi harus dibarengi praktik langsung.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa telah menyiapkan program Eco Key Project yang akan dilaksanakan pada Senin (27/7/2026). Program ini mengajak siswa mengolah limbah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna, estetika, sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Pada kegiatan tersebut, siswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti seluruh tahapan pembuatan Eco Key Project, mulai dari pengumpulan sampah yang telah dipilah, proses pembersihan dan sterilisasi bahan, hingga praktik mengolah limbah menjadi produk fungsional dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN-T Unhas.

Di akhir kegiatan, setiap kelompok akan mempresentasikan hasil karya daur ulang mereka sebagai bentuk evaluasi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap inovasi yang dihasilkan.
Melalui rangkaian program ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas berharap dapat menanamkan budaya pengelolaan sampah sejak dini di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa diharapkan mampu melahirkan kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Sidrap.
Program Eco Key Project pun diharapkan tidak hanya menghasilkan produk daur ulang, tetapi juga menjadi simbol komitmen generasi muda dalam menciptakan solusi inovatif terhadap persoalan sampah dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muh. Fakhrizal (Mahasiswa Peternakan Unhas)













