SIDRAP – Upaya meningkatkan produktivitas peternakan tidak hanya bergantung pada pakan, tetapi juga dimulai dari pencegahan penyakit. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program DUKIT (Dukung Kesehatan Itik) dengan menyasar peternak itik di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program kerja individu yang diinisiasi Mochamad Fahry Sinatriya, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Unhas, dilaksanakan selama dua hari melalui metode door to door. Pada Senin (27/7/2026), kegiatan menjangkau 10 peternak di Lingkungan 2 Pajalele. Keesokan harinya, Selasa (28/7/2026), edukasi dilanjutkan kepada 10 peternak lainnya di Lingkungan 1 Kelurahan Kanyuara.
Berbeda dengan penyuluhan konvensional, pendekatan kunjungan langsung ke kandang memungkinkan mahasiswa berdialog secara lebih mendalam dengan peternak. Mereka melakukan screening awal melalui wawancara untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan ternak, pola pemeliharaan, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam mencegah penyakit pada itik.
Selain itu, para peternak juga menerima leaflet edukasi yang memuat informasi mengenai penyakit yang umum menyerang itik, faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan melalui manajemen pemeliharaan yang baik.
Selama pelaksanaan program, para peternak menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka aktif berbagi pengalaman mengenai kondisi ternak yang dipelihara, sehingga mahasiswa memperoleh gambaran awal mengenai penyakit yang sering ditemukan di lapangan sekaligus tingkat pemahaman peternak terhadap upaya pencegahannya.
Mochamad Fahry Sinatriya mengatakan, pendekatan door to door dipilih agar edukasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi setiap peternakan, sehingga solusi yang disampaikan lebih tepat sasaran.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peternak semakin memahami pentingnya pencegahan penyakit pada itik melalui pemeliharaan yang baik. Edukasi yang diberikan mungkin sederhana, tetapi diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan ternak dan meningkatkan produktivitas peternakan,” ujarnya.
Melalui program DUKIT, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas tidak hanya menghadirkan edukasi kesehatan hewan, tetapi juga memperkuat pendekatan promotif dan preventif di tingkat peternak. Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya praktik pemeliharaan ternak yang lebih baik, sehingga kesehatan itik tetap terjaga, risiko penyakit dapat ditekan, dan produktivitas peternakan masyarakat di Kelurahan Kanyuara terus meningkat. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Alya Rezky Isnaeni (Mahasiswa Kedokteran Unhas)













