MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar menyiapkan konsep berbeda dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026. Aksi jalanan yang identik dengan May Day dialihkan menjadi ruang dialog terbuka antara buruh dan pemerintah di Lapangan Karebosi, 1 Mei mendatang.
Kebijakan ini digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, usai menerima audiensi Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia di Balai Kota Makassar. Karebosi dipilih karena dinilai lebih representatif dengan kapasitas hingga 10 ribu peserta dan area parkir yang memadai.
Munafri menegaskan May Day tahun ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga forum mencari solusi atas persoalan ketenagakerjaan. Pemerintah ingin membangun komunikasi yang lebih konstruktif antara buruh, pengusaha, dan pemangku kepentingan.
Selain mengurangi potensi kemacetan akibat demonstrasi, konsep terpusat di satu lokasi dinilai mempermudah pengaturan kegiatan serta memberikan kenyamanan bagi peserta.
Pemkot Makassar juga menyiapkan dukungan fasilitas, mulai dari panggung, tenda, hingga koordinasi pengamanan bersama TNI dan Polri agar kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Tak hanya itu, pelaku UMKM turut dilibatkan melalui bazar yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Pemerintah berharap peringatan Hari Buruh tidak hanya menjadi ajang aspirasi, tetapi juga memberi dampak ekonomi.
Ketua Panitia May Day Fest 2026, Delandi Safri Pratama, menyebut konsep festival kolaboratif menjadi terobosan baru tanpa menghilangkan esensi perjuangan buruh.
Sekitar 10 ribu peserta diperkirakan hadir, terdiri dari anggota serikat buruh, mahasiswa, dan masyarakat umum. Meski dikemas dalam suasana festival, isu kesejahteraan pekerja dan outsourcing tetap menjadi fokus utama dialog. (Ag4ys)













