Memuat Ramadhan…
Memuat cuaca…
Sulsel

Melalui Bimtek Kadis Ketapang Sulsel Harap Kesadaran Keamanan Pangan Makin Meningkat

563
×

Melalui Bimtek Kadis Ketapang Sulsel Harap Kesadaran Keamanan Pangan Makin Meningkat

Sebarkan artikel ini
Melalui Bimtek Kadis Ketapang Sulsel Harap Kesadaran Keamanan Pangan Makin Meningkat
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muhammad Arsjad secara Virtual, membuka Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Pengembangan Informasi Keamanan Pangan, Mutu dan Gizi Pisang Bagi Aparat dan Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga yang diikuti Seluruh Dinas Ketapang di 24 Kabupaten Kota se-Sulsel.

MAKASSAR—Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muhammad Arsjad secara Virtual, membuka Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Pengembangan Informasi Keamanan Pangan, Mutu dan Gizi Pisang Bagi Aparat dan Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga yang diikuti Seluruh Dinas Ketapang di 24 Kabupaten Kota se-Sulsel.

Andi Muhammad Arsjad, mengatakan, Bimtek ini merupakan salah satu sarana dalam penyerbaluasan informasi keamanan pangan bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang bahaya dan resiko pangan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan bagi pelaku usaha yang melakukan kegiatan produksi dan peredaran produk hasil olahan pangan lokal.

Di seluruh dunia, kesadaran akan keamanan pangan semakin meningkat karena pangan yang bergizi dan aman merupakan hal penting peranannya bagi kehidupan manusia. Keamanan Pangan juga telah menjadi pertimbangan pokok dalam dunia perdagangan, baik perdagangan nasional maupun perdagangan internasional.

“Keamanan Pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh manusia karena berkaitan erat dengan Kesehatan dan keselamatan jiwa manusia,” ujar Arsjad.

Pangan yang aman dapat dihasilkan dari hasil budidaya tanaman sehat, dapur rumah tangga maupun dari industri pangan.

“Pangan yang aman tercermin dari terbebasnya pangan tersebut dari cemaran biologi seperti mikroba, virus, parasit, bakteri, kapang, serangga, lalat, kecoa, cicak dan lainnya. Cemaran kimia seperti pestisida, cat, cairan pembersih, formalin, borax, bahan pewarna serta komponen kimia dari peralatan atau kemasan yang lepas dan masuk kedalam pangan. Cemaran fisik seperti kerikil, staples, rambut,paku peniti, jarum pentul serta tulang,” paparnya.

Menurutnya, Industri rumah tangga pangan dan UMKM memiliki peranan penting dalam sistem keamanan pangan di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan data dan dugaan pangan penyebab keracunan pangan 50% berasal dari masakan rumah tangga, 21 % jajanan atau pangan siap saji dan 29% berasal dari pangan olahan dan jasa boga.

Berdasarkan dengan data-data tersebut maka pemerintah perlu memberikan perhatian prioritas terhadap pengembangan, pembinaan dan pengawasan pada industri rumah tangga tersebut, baik dalam aspek managemen usaha, peningkatan kompetensi SDM, peningkatan kapasitas produksi, keamanan dan mutu produk yang dihasilkan sampai dengan pemasaran atau penetrasi pasar.

“Hal tersebut dilakukan agar produk pangan industri rumah tangga dapat bersaing dipasar modern baik pasar domestik maupun internasional, sehingga sejalan dengan nawacita ke 6 presiden Jokowi yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing pasar internasional,” sebutnya.

Pj Sekda Provinsi Sulsel ini mengatakan, salah satu faktor yang menentukan daya saing suatu produk pangan dalam perdagangan bebas adalah adanya jaminan mutu dan keamanan pangan (food safety).

Upaya minimal yang harus dilakukan oleh setiap pelaku usaha termasuk mikro,kecil dan menengah (UMKM) pangan olahan untuk terciptanya jaminan mutu dan keamanan pangan adalah dengan menerapkan cara produksi olahan yang baik atau good manufacturing practices (GMP).

Produksi dari produk-produk pangan olahan yang aman perlu mempertimbangkan bahan yang digunakan, metode proses, kontaminasi pasca proses dan penentuan titik-titik kendala kritis. Sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) telah berkembang sebagai system yang dapat menganalisis adanya bahaya dan mengendalikan titik-titik yang bersifat kritis.

Sistem HACCP yang bersifat preventif sangat menekankan pentingnya mutu dan keamanan pangan sebagai suatu system jaminan mutu dan keamanan pangan, HACCP dapat diterapkan pada seluruh mata rantai proses pengolahan produk pangan.

Untuk mendukung Program Pemprov Sulsel diperlukan suatu Upaya peningkatan kemampuan dan pengetahuan tentang budidaya dan pengelolaan Pisang. Salah satu pangan lokal yang banyak diproduksi dalam Industri rumah tangga adalah Pisang.

“Karena Pisang merupakan pangan segar asal tumbuhan yang banyak dikonsumsi Masyarakat Indonesia, karena pisang memiliki citarasa yang enak, harganya yang murah dan mudah diolah menjadi produk yang bernilai komersial, disamping itu buah pisang juga kaya akan vitamin dan serat jika dibandingkan dengan buah Apel. Pisang memiliki dua kali lipat karbohidrat dan lima kali lipat Vitamin A serta kaya magnesium dan kalium yang penting bagi tubuh untuk tetap bugar,” lanjutnya.

Dirinya berharap informasi keamanan pangan yang diperoleh selama Bimtek ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tapi juga dapat disebarluaskan kepada Masyarakat, terutama kepada pelaku usaha lainnya.

Hal ini penting, kata dia, karena permasalahan keamanan pangan masyarakat, Kesehatan khalayak dan semua orang yang terlibat dalam rantai pangan dapat mengantisipasi agar tidak terjadi/menimalisir terjadinya keracunan makanan dimasyarakat.

“Masyarakat yang telah sadar akan berprilaku cerdas dan selektif dalam memilih pangan yang dikonsumsi dan ikut berperan serta dalam pengawasan keamanan pangan yang beredar demi tersedianya pangan yang aman,higienis, bermutu dan halal,” tutupnya.

Melalui Bimtek Kadis Ketapang Sulsel Harap Kesadaran Keamanan Pangan Makin Meningkat
Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Ir. Hj. Endah Zuraedah, MM.

Sementara itu, Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Ir. Hj. Endah Zuraedah, MM, menambahkan, kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan bagaimana dalam mengelola komoditi pisang yang terbebas dari resepsi pestisida dan formalin sehingga nanti hasil olahannya aman untuk dikonsumsi untuk seluruh masyarakat.

“Kegiatan Bimtek ini untuk para aparatur Kabupaten Kota serta kelompok wanita pelaku usaha khususnya pelaku usaha pangan segar asal tumbuhan, yang kita ini kan komoditinya pisang. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan bagaimana dalam mengelola komoditi pisang itu terbebas dari resepsi pestisida dan formalin sehingga nanti hasil olahannya itu aman untuk dikonsumsi seluruh masyarakat,” katanya.

Untuk memastikan keamanan pangan yang dijual di pasaran, pihaknya juga rutin melakukan pengawasan langsung dilapangan.

“Pesertanya itu dari 24 Kabupaten kota. Alhamdulillah semua petugas yang menangani keamanan pangan di 24 kabupaten kota itu hadir dan para pelaku usaha yang menangani komoditi tersebut. Kita juga rutin melakukan pengawasan baik di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern,” tambahnya.

“Selain itu, kita juga melakukan kunjungan kepada pelaku-pelaku usaha sekaligus mengsosialisasikan bagaimana cara mengolah yang baik, yang aman, jadi kita langsung terjun ke lapangan,” pungkasnya. (*/4dv)

Melalui Bimtek Kadis Ketapang Sulsel Harap Kesadaran Keamanan Pangan Makin Meningkat
Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Pengembangan Informasi Keamanan Pangan, Mutu dan Gizi Pisang Bagi Aparat dan Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga yang diikuti Seluruh Dinas Ketapang di 24 Kabupaten Kota se-Sulsel.
error: Content is protected !!