JAKARTA—Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (APTIKIS) Indonesia menggelar Rembuk Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakenas) Ke-II di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 16–18 Desember 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Indonesia.
Ketua Umum APTIKIS Indonesia, Dr. Maslim Halimin, menyatakan bahwa forum ini diharapkan mampu merumuskan langkah strategis untuk memajukan PTKIS di tengah tantangan yang ada.
“Ada beberapa kategori masalah yang dihadapi PTKIS, seperti sertifikasi dosen yang belum terbayarkan hingga beberapa kali, persoalan kenaikan pangkat—terutama menjadi guru besar—yang perlu segera dicari solusinya,” ujar Maslim.
Acara tersebut dihadiri oleh ratusan perwakilan PTKIS dari berbagai wilayah Indonesia, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI Prof. Dr. H. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., serta Wakil Presiden Asian Islamic University Association (AIUA) Prof. Dr. Sukree Langputeh.
Dalam forum ini, sejumlah perwakilan perguruan tinggi dari berbagai Kopertais menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari rendahnya akreditasi perguruan tinggi dan program studi (Prodi), minimnya sumber daya manusia (SDM) dosen, hingga menurunnya angka penerimaan mahasiswa baru (PMB).
“Banyak Prodi hanya memiliki 1–2 mahasiswa baru. Bahkan, di beberapa daerah, seperti Banten, masih ada yang menerapkan sistem pembayaran dengan barter beras karena jumlah mahasiswa sangat minim,” ungkap salah satu perwakilan PTKIS dari Kopertais I.
Menteri Agama RI menegaskan komitmennya untuk mendukung kemajuan PTKIS di seluruh Indonesia. Beliau berharap, hasil rembuk ini dapat menjadi pijakan bagi pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan keagamaan, khususnya di perguruan tinggi swasta. (*/4dv)













