Langkah kedua, pengimplementasian peta jalan industri 4.0 dengan melibatkan sektor hulu hingga ke hilir. Hal ini dimaksudkan agar tercipta keterpaduan untuk meningkatkan daya saing industri minuman dan makanan.
Visi making Indonesia 4.0 telah dicanangkan beberapa tahun yang lalu. Indonesia telah mengawali proses penyesuaian diri dengan upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Sulsel memiliki komoditas kelapa sawit yang bisa didorong untuk mendirikan industri sendiri berupa minyak goreng. Beberapa saat lalu kita begitu kewalahan saat minyak goreng langka dan harganya meningkat drastis, padahal bahan bakunya berasal dari daerah kita sendiri.
Memang tidak mudah dan perlu modal yang besar untuk mendirikan suatu industri minyak goreng tetapi kalau tidak dimulai dari saat ini kapan lagi kita bisa melakukan ekspor dengan komoditas yang bernilai jual tinggi tersebut. Saat ini kita baru bisa melakukan berbagai ekspor bahan baku atau setengah jadinya berupa CPO, RBD palm olein, dan lainnya.
Sulsel juga memiliki kakao dan kelapa. Hasilnya pun cukup banyak diproduksi, akan tetapi hanya menjadi bahan baku atau setengah jadi untuk komoditas yang bernilai jual lebih tinggi yang diekspor minimal ke daerah lain.
Kemudian, komoditas baru dari bahan baku tersebut kembali dibeli oleh rumah tangga di Sulsel yang tentunya harganya jauh lebih tinggi. Padahal, seperti yang dimaklumi bersama bahwa impor dari luar daerah/negeri menjadi faktor pengurang PDRB Sulsel.
Komoditas lainnya masih begitu banyak di Sulsel yang bisa dikatakan gagal dijadikan komoditas industri makanan dan minuman. Yang dijual hanya mentahnya, kemudian dibeli lagi dari berbagai komoditas/barang baru yang bernilai jauh lebih tinggi.
Industri makanan dan minuman di Sulsel memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap PDRB sehingga disebut sebagai sektor unggulan. Kontribusinya cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Meskipun begitu, industri makanan dan minuman seharusnya bisa lebih optimal lagi dalam memberikan kontribusi jika berbagai potensi yang ada di Sulsel bisa termanfaatkan dengan baik. (*)
Penulis: Ahmad Helmy (Statistisi BPS Sulsel)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













