Infrastruktur industri yang belum mendukung sepenuhnya termasuk wilayah kawasan pengembangan industri belum terealisasi dengan baik.
Apabila kita melihat secara khusus terhadap subsektor industri makanan dan minuman juga tidak jauh berbeda, permasalahannya sama yakni sinergitas, sumber daya manusia, dan pemasaran yang belum optimal.
Permasalahan lainnya misalnya, tantangan internal berupa keterbatasan modal, kelemahan manajemen, standar dan legalitas usaha yang belum terpenuhi, serta kemampuan inovasi yang terbatas.
Tantangan eksternal, meliputi ketidakpastian pasokan bahan baku, fluktuasi harga bahan baku, permintaan pasar yang tidak stabil, dan persaingan antarpelaku usaha.
Ancaman lainnya yang menjadi kendala peningkatan industri makanan dan minuman di Sulsel adalah produktivitas dan harga komoditas unggulan yang cenderung berfluktuasi serta alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian yang semakin sulit dihindarkan.
Langkah-Langkah Strategis
Kontribusi subsektor industri makanan dan minuman yang sudah cukup besar seharusnya bisa ditingkatkan lebih besar lagi. Oleh karena itu perlu langkah-langkah strategis yang bisa langsung diterapkan agar bisa optimal dalam mencapai hasilnya.
Langkah pertama, memperbaiki aliran bahan baku agar menjamin pasokan kepada industri minuman dan makanan. Aliran bahan baku yang bisa diperoleh dengan lancar maka akan membuat industri makanan dan minuman berfokus pada pengembangan.
Pasokan bahan baku dari komoditas pertanian sebenarnya sudah tersedia, tinggal bagaimana mengintegrasikannya dengan baik.
Dalam hal ini jika harga komoditas pertanian (termasuk perikanan) sebagai bahan baku terhadap berbagai industri makanan dan minuman bisa dijaga, maka ada dua sektor yang akan menjadi penyanggah pertumbuhan perekonomian Sulsel, yakni pertanian dan industri makanan-minuman.













