JENEPONTO – Meski baru terbentuk dan belum genap satu bulan sejak dilantik, Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muay Thai Indonesia Jeneponto langsung menorehkan prestasi membanggakan. Pada Open Turnamen Muay Thai Sulawesi Selatan yang berlangsung di Tetes Kopi, Jalan Inspeksi PAM Antang, Makassar, 20-21 Juni 2026, kontingen Jeneponto sukses membawa pulang dua medali emas dan lima medali perak.
Capaian tersebut menjadi kejutan tersendiri mengingat sebagian besar atlet yang diturunkan baru pertama kali mengikuti ajang resmi Muay Thai.
Dua medali emas dipersembahkan oleh Iksan di kelas 60 kilogram dan Indah di kelas 65 kilogram. Sementara lima medali perak diraih Ahmad Azzam (43 kg), Afdhal Abu Hanifa (45 kg), Ilham (51 kg), Ahmad Alimin (63 kg), dan Airin (55 kg).
Ketua Pengkab Muay Thai Indonesia Jeneponto, Irfan Iskandar, mengaku bangga atas pencapaian para atletnya yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah meski memiliki keterbatasan pengalaman dan fasilitas latihan.
“Ini pertama kalinya atlet-atlet kami mengikuti open turnamen, tetapi mereka mampu membawa pulang medali emas dan perak. Ini tentu menjadi modal berharga untuk pembinaan ke depan,” kata Irfan, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, sebagian besar atlet Muay Thai Jeneponto merupakan atlet pencak silat yang direkrut dan kemudian beradaptasi dengan olahraga Muay Thai. Meski memiliki mental bertanding yang kuat, para atlet masih membutuhkan peningkatan stamina dan kondisi fisik.
“Dari segi nyali, atlet Jeneponto luar biasa. Di ronde pertama mereka tampil agresif, tetapi saat memasuki ronde berikutnya stamina mulai menurun. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kami,” ujarnya.
Irfan mengungkapkan, sejumlah pelatih berpengalaman di Makassar bahkan menawarkan kesempatan bagi atlet Jeneponto untuk memperdalam kemampuan tanpa dipungut biaya. Kesempatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas teknik dan pengalaman bertanding para atlet muda daerah.

Selain pembinaan, Irfan juga menyoroti minimnya fasilitas latihan yang dimiliki Pengkab Muay Thai Jeneponto. Hingga saat ini, peralatan latihan fisik dan peningkatan stamina masih sangat terbatas.
“Peralatan latihan kami belum memadai. Untuk menghadapi target Porprov, tentu fasilitas pendukung harus ditingkatkan agar atlet bisa berlatih maksimal,” jelasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jeneponto maupun pihak sponsor dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga Muay Thai yang mulai menunjukkan potensi prestasi.
Saat ini, mayoritas atlet Muay Thai Jeneponto masih berstatus pelajar SMP hingga SMA. Meski demikian, mereka telah mampu bersaing dengan atlet yang memiliki jam terbang lebih tinggi, termasuk peserta dari kalangan TNI yang tampil di partai final.
“Ini menjadi pengalaman berharga bagi atlet dan pelatih. Kami sudah mengetahui kekuatan dan kekurangan yang harus diperbaiki untuk menghadapi kompetisi berikutnya,” tuturnya.
Irfan menambahkan, minat masyarakat terhadap olahraga Muay Thai di Jeneponto mulai meningkat, termasuk dari kalangan orang tua yang ingin anak-anaknya memiliki kemampuan bela diri sekaligus berprestasi di bidang olahraga.
“Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Ke depan fokus kami adalah meningkatkan fisik, teknik, dan menambah jam terbang atlet agar bisa bersaing lebih baik lagi di level yang lebih tinggi,” pungkasnya. (5353)










