JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding. Penunjukan ini sekaligus menandai babak baru dalam upaya pemerintah memperkuat perlindungan bagi jutaan pekerja migran Indonesia di berbagai negara.
Mukhtarudin dikenal sebagai politisi yang lama berkecimpung di dunia legislatif. Ia pernah duduk sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar dengan fokus kerja di bidang industri, perdagangan, hingga tenaga kerja. Rekam jejaknya di parlemen menempatkannya sebagai sosok yang memahami persoalan mendasar yang kerap dihadapi pekerja migran, mulai dari penempatan hingga jaminan perlindungan sosial.
Lahir di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Mukhtarudin mengawali pendidikan dasarnya di kampung halaman. Ia kemudian menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Setelah menamatkan pendidikannya, Mukhtarudin aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan sebelum terjun ke dunia politik.
Karier politiknya dimulai dari bawah. Ia bergabung dengan Partai Golkar dan meniti jalan hingga dipercaya sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah. Selama di Senayan, Mukhtarudin tercatat aktif di Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan industri. Ia juga dikenal vokal memperjuangkan isu pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Selain itu, Mukhtarudin juga aktif membangun jejaring lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, pengusaha, maupun organisasi masyarakat. Kepiawaiannya dalam menjembatani kepentingan pusat dan daerah membuat dirinya dipercaya memegang amanah baru di Kabinet Merah Putih.
Sebagai menteri, Mukhtarudin dihadapkan pada tantangan besar. Maraknya kasus pekerja migran non-prosedural, perlindungan hukum di negara penempatan, hingga penguatan layanan terpadu bagi keluarga pekerja migran di tanah air menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
Ia menegaskan siap melanjutkan program yang telah dijalankan Abdul Kadir Karding sekaligus menghadirkan terobosan baru yang lebih berpihak pada pekerja migran. “Pekerja migran adalah pahlawan devisa. Negara harus hadir penuh dalam melindungi mereka,” ujarnya usai dilantik di Istana Negara, Senin (8/9/2025).
Dengan pengalaman panjang di parlemen, rekam jejak akademik, serta kepeduliannya terhadap pembangunan daerah, Mukhtarudin diharapkan mampu memperkuat diplomasi perlindungan pekerja migran sekaligus memperluas akses kesejahteraan bagi keluarga mereka di kampung halaman. (Ag4ys)













