JENEPONTO—Puluhan anak siswa-siswi SDN 7 Rumbia, Desa Tompobulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian ini terjadi pada Kamis tanggal (23/4/2026) sekitar pukul 09.30 wita, puluhan siswa-siswi SDN 7 Rumbia spontan dilarikan ke Puskesmas setempat dan Rumah Sakit Pratama Rumbia, Kabupaten Jeneponto.
Kejadian ini pun diketahui publik setelah video dan foto beredar luas di media sosial (Medsos). Yang mana kejadian di UPT SDN 7 Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, sempat menggemparkan dunia maya dan viral.
Untuk diketahui, terdapat 21 anak siswa-siswi dengan perincian 12 anak yang mendapat perawatan medis dan 9 anak mendapatkan observasi lantaran diduga keracunan setelah mengkonsumsi makanan dari SPPG Bontomanai.
Akibat dari kejadian ini mengakibatkan 21 siswa-siswi mengalami mual, gatal dan nyeri pada kepala serta gatal pada bagian tubuh, sehingga dilarikan ke Puskesmas Tompobulu, untuk penanganan medis secara serius.
Pasca kejadian ini, pihak SPPG Bontomanai langsung mengambil tindakan dengan mengumpulkan karyawan pekerja di SPPG bersama dengan Kepala SPPG dan ahli gizi untuk dilakukan evaluasi cara penyajian dan pengelolaan makanan sesuai dengan Standar Gizi Nasional.
Sementara itu, Koordinator SPPG Kabupaten Jeneponto, Ikhsan langsung melakukan pengecekan di SPPG Bontomanai, guna mengantisipasi terjadinya hal serupa yang semakin meluas.
“Kami sudah di lokasi dari jam 11.00 pak. Sampai saat ini, kami masih di lokasi pak,” kata Ikhsan via pesan singkat WhatsApp, Kamis (23/4/2026).
Bahkan, Koordinator SPPG, Ikhsan juga mengaku, telah mendatangi SPPG, sekolah SDN 7 Rumbia, dan Puskesmas, guna memastikan keadaan anak-anak yang terdampak dugaan keracunan makanan MBG.
“Kami sudah datang ke SPPG, sekolah, dan Puskesmas, untuk memastikan anak-anak yang terdampak pak,” lanjut Ikhsan.
Dari informasi di lapangan, diketahui Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi anak siswa-siswi SDN 7 Rumbia, diduga akibat ikan yang digunakan sudah tidak layak konsumsi dan sudah busuk.
Akibat dari kejadian ini, pihak sekolah SDN 7 Rumbia dan orang tua anak-anak korban keracunan, mengalami trauma yang mendalam terhadap yang namanya Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, dari menyantap MBG sehingga membuat anak-anak mereka terbaring lemah tak berdaya di Puskesmas. (*)














