PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • 45 Tahun BKMT, Syifa Fauzia Lanjutkan Estafet Tutty Alawiyah • 94 Nyawa Melayang Pasca-Gempa NTT, Menagih Kehadiran Negara di Masa Krisis • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • 45 Tahun BKMT, Syifa Fauzia Lanjutkan Estafet Tutty Alawiyah • 94 Nyawa Melayang Pasca-Gempa NTT, Menagih Kehadiran Negara di Masa Krisis •
News

Pasangan Gay Ditangkap Satpol PP, Diminta Jalani Ruqyah

443
×

Pasangan Gay Ditangkap Satpol PP, Diminta Jalani Ruqyah

Sebarkan artikel ini
Gay di Ruqiah

PADANG, SUMATERA BARAT — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis dini hari (20/12) mengamankan dua laki-laki berinisial SI (30) dan SF (48) yang merupakan pasangan gay, di sebuah rumah kontrakan di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Olo, Kecamatan Nanggolo, Kota Padang.

“Berawal dari laporan masyarakat bahwa di sebuah rumah kontrakan ada pasangan homoseksual. Dari laporan tersebut kita coba menindaklanjuti. Kemarin mereka bertemu lagi di dalam kamar. Kita temukan tisu bekas cairan sperma,” kata Yadrison, Kepala Satpol PP Kota Padang, Jumat (21/12).

Menurut keterangan Yadrison, pasangan gay itu sudah menjalin hubungan selama setahun. Setelah menangkap SI dan SF, Satpol PP Kota Padang kemudian akan menyerahkan keduanya ke Dinas Sosial untuk nantinya di-ruqyah “agar berubah dan tidak melakukan perbuatan menyimpang” dari kepatutan norma, agama dan adat yang berlaku di Kota Padang.

Menurut Yadrison, ruqyah merupakan upaya pemerintah Kota Padang untuk menghilangan perbuatan maksiat, terutama perilaku menyimpang seperti LGBT, sesuai deklarasi Anti-Maksiat, Anti-LGBT yang dilakukan Pemkot Padang pada 18 November lalu.

“Waktu diperiksa dia mengaku bersalah. Dia sudah sadar dan mau diruqyah. Kita serahkan ke Dinas Sosial. Tergantung Dinas Sosial kapan akan diruqyah,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Padang, Wendra Rona Putra menanggapi tentang rencana pelaksanaan ruqyah terhadap kedua pasangan LGBT tersebut menilai pasangan itu tidak secara bebas memutuskan kerelaannya untuk diruqyah.

“Meski ada rekaman pengakuan. Itu semakin meyakinkan bahwa sebelum pengakuan muncul ada serangkaian proses intimidasi dan tekanan yang dilancarkan kepada dua orang tersebut. Nah, persoalan lain menurut saya menjadi penting untuk dilihat adalah keputusan ketika Satpol PP mengekspos dan mengungkap identitas mereka, sampai juga menyampaikan rencana ada agenda ruqyah terhadap dua orang ini. Saya membayangkan ini adalah eksploitasi, dan ekspos identitas secara besar-besaran,” ucap Wendra.

Lanjutnya, apabila proses ruqyah untuk pasangan gay tersebut dilakukan maka akan menjadi magnet pemberitaan yang besar sehingga identitas mereka terekspos. Wendra menilai ruqyah yang akan dilangsungkan itu lebih seperti kampanye bahwa ada pasangan gay yang ditangkap dan akan “diubah” perilakunya lewat proses itu, tanpa ada keseriusan memastikan bahwa ini murni demi kemashlahatan kedua laki-laki itu.

“Menurut saya ini bukan solusi yang diharapkan. Saya tidak melihat ini sebagai orientasi yang murni untuk menjadikan solusi. Tapi kalau seandainya penekanan yang dilakukan tanpa harus diawali dengan pemberitaan berlebihan saya pikir itu menjadi salah satu langkah baik,” pungkas Wendra. [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com