PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Makassar

Pasca Penertiban PKL, Kecamatan Mariso Bersihkan 96 Lapak dan Normalisasi Drainase

133
×

Pasca Penertiban PKL, Kecamatan Mariso Bersihkan 96 Lapak dan Normalisasi Drainase

Sebarkan artikel ini
mariso1
Pemerintah Kecamatan Mariso bergerak cepat melakukan pembersihan menyeluruh pascapenataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati fasilitas umum dan saluran drainase di tiga kelurahan wilayah Kecamatan Mariso, Makassar, Selasa (24/2/2026).

MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Mariso bergerak cepat melakukan pembersihan menyeluruh pascapenataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati fasilitas umum dan saluran drainase di tiga kelurahan wilayah Kecamatan Mariso, Makassar, Selasa (24/2/2026).

Pembersihan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Mariso yang juga merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Kebersihan dan Pertamanan, Rusdi, sebagai tindak lanjut arahan Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba. Langkah ini dilakukan setelah pembongkaran lapak PKL yang sebelumnya berdiri di atas fasilitas umum dan menutup drainase.

Rusdi menyebutkan, total 96 lapak PKL telah ditertibkan di tiga kelurahan, masing-masing Kelurahan Mattoanging sebanyak 41 lapak, Kelurahan Tamarunang 36 lapak, dan Kelurahan Bontorannu 19 lapak. “Usai pembongkaran, kami langsung melakukan pembersihan agar tidak ada sisa material seperti kayu, terpal, seng, maupun sampah yang tertinggal,” ujarnya.

Selain membersihkan material bongkaran, tim juga menormalisasi drainase yang sebelumnya tertutup lapak PKL. Upaya ini dilakukan untuk mencegah genangan air dan mengantisipasi potensi banjir, terutama saat musim hujan.

Rusdi mengakui proses pembersihan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan personel dan armada pengangkut sampah. “Beberapa dump truk mengalami kerusakan. Namun pelayanan tetap kami maksimalkan dengan menerapkan sistem silang pengangkutan ke TPA,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Mariso Andi Syahrir Mappatoba menegaskan penertiban dan pembersihan ini merupakan komitmen pemerintah kecamatan dalam mengembalikan fungsi fasilitas umum serta menjaga kebersihan dan ketertiban wilayah. “Penataan ini bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga kenyamanan, estetika kota, dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pedagang, agar tidak kembali menggunakan fasilitas umum maupun saluran drainase sebagai tempat berjualan. Pemerintah Kecamatan Mariso berharap kawasan yang telah dibersihkan dapat kembali tertata rapi dan berfungsi optimal. (70n/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com